Kenapa ya?
tapi saat tenaga kerjanya diadu dengan negara lain, bahkan di wilayah ASEAN sekalipun, malah tidak berkutik??
Owl City - Fireflies
tapi keren juga setelah disimak :D
enjoy this clip..and credit to PiaFindetNemo
Masih seputar ironi
menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang disediakan http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi, adalah kejadian atau situasi yg bertentangan dng yg diharapkan atau yg seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir.
melihat definisi itu, saya menjadi tergelitik sendiri melihat realita di negeri ini. Walaupun banyak hal yang masih bisa dibanggakan. Mari kita tarik nafas sebelum mulai memberatkan otak dengan tulisan berikut
Mari kita mulai dari pengalaman sehari-hari di jalan, terutama jalanan Jakarta. Lalu lintas yang hiruk pikuk, kendaraan berseliweran, ada yang tertib, ada yang main serobot, ada juga yang berhenti dan parkir sembarangan. Entah dampaknya langsung atau tidak langsung, tapi kehidupan di jalan (termasuk orang yang memang tinggal di jalan), adalah cerminan kehidupan kita, kalau boleh dikatakan peradaban kita walaupun jadi sedikit naif. Selain yang sudah disebutkan, perilaku tidak tertib di jalan atau fasilitas umum lainnya banyak sekali. Dan tentu bukan cuma berdampak kepada diri sendiri, tapi juga berdampak ke orang lain, yah seperti istilah mereka anggota Panitia Khusus di dewan terhormat sana, sistemik sekali dampaknya.
Agak ribet dan susah kalau cuma berteori tanpa dasar, jadi saya beri contoh saja. Dan silahkan dinilai bagaimana pendapat dan nurani Anda berbicara.
Buang sampah sembarangan, bahkan ke sungai seperti rutinitas bagi mereka yang memang tinggal di pinggir (kasarnya bantaran) sungai. Tahukah anda, padahal sudah diberikan fasilitas berupa tempat sampah, yah walaupun memang jauh dari rumah. Maka yang terjadi kemudian adalah perilaku spontan, yaitu balik kanan, terlemparlah sampah ke sungai. Apa yang akan terjadi dengan sampah itu tidak mereka pedulikan, cuma diingat saja saat musim hujan mulai tiba. Tidak tahu kan harus disalahkan atau tidak perlikau itu, kan mereka bertindak spontan? Ya, banyak orang bilang mereka begitu karena tidak diberi penyuluhan (kasarnya tidak berpendidikan). Lantas bagaimana, sudah sifat mereka begitu. Ironis memang...hhmm...
Tarik nafas lagi..
Tanpa disadari, perilaku bermotif "serba spontan" itu berdampak sistemik, lho. Bermacam dampaknya, tapi intinya cuma 1, mencari keuntungan. Lantas keuntungan orang yang buang sampah sembarangan apa? Ya mereka tidak mau capek-capek memikirkan sampah itu. Sampah kan bau, menjijikkan, bernilai rendah, tidak berguna. Dengan mereka buang, selesai sudah pikiran mereka yang "menguras tenaga" tentang si sampah. Dibuang ke sungai, kata mereka, "itu hak saya, kan belakang rumah saya sungai". itu contohnya..
Dengan dicekoki televisi yang memberikan berbagai macam "keindahan", mereka yang dari berawal berprinsip hidup spontan pastinya tergiur. Berbondong-bondonglah mereka ikut ajang pencarian bakat (bahkan untuk masuk kuliah, bakat juga diuji, haha..), ikut casting, ikut sana, ikut sini..yang penting 1, mereka bisa tampil di TV dan dilirik orang, bagaimana orang meliriknya, itu hak masing-masing. Maka dengan mudahnya diprediksi, muncullah orang-orang bayaran. Kenapa mudah diprediksi? Ya wajar saja, dari dulu kita sudah mengenal Jame Bond, kan? Seorang agen rahasia bayaran karangan Ian Fleming. Walaupun tidak disebut bayaran, tapi dengan resiko nyawa seperti di film-filmnya, masak tidak dibayar?
Maka muncullah penonton bayaran, pengemis (bukan bayaran, tapi digerakkan agar mereka dibayar orang yang bersimpati), preman bayaran, bahkan...demonstran bayaran (untuk yang terakhir, bakal di bahas di salah satu acara).
Ya, tidak semua orang tahu hal-hal seperti itu. Menurut saya itu terjadi karena besarnya harapan rakyat kepada pemerintah, ya lapangan pekerjaanlah, kesejahteraanlah, kalau bisa semua digratiskan (kalau bisa..)
Jadilah barisan sakit hati itu mencari celah untuk bekerja. Acara hiburan televisi butuh penggembira agar dikatakan "meriah", terbuka celah para pencari penonton bayaran itu. Dan si pencari sekaligus pengerah penonton itu, asal anda tahu saja, gajinya bisa mengalahkan gaji insinyur atau wisudawan lulusan universitas dan kerja mapan. Dari mana si pengerah penonton itu dapat uang? Dari hasil narik (boleh saya katakan upeti) dari para penonton bayaran acara televisi (layaknya budak) itu yang biasanya dibayar selembar uang berwarna hijau (masih rupiah, bukan Dollar). Orang yang berunjuk rasa, atau apapun itu yang selalu bermodalkan arahan massa juga berubah dan melenceng dari tujuannya, karena ajakan tetangga karena di situ rame (entah melakukan apa) dan BAGI BAGI DUIT, dengan mengerikan ribuan orang langsung bergerak. Luar biasa kekuatan uang itu, padahal nilai mata uang kita itu sebenarnya menyedihkan, boleh dikatakan banci, seperti Andrea Hirata katakan.
Bukan bermaksud merendahkan mereka yang melakukan, tapi itulah realita di kehidupan negara kita. Negara lain? Tidak tahu juga. Mari bertanya kepada rumput yang bergoyang (kalau masih ada rumput).
Sedikit ironisme untuk direnungkan
Disaat banyak anak terancam busung lapar, dengan mudahnya uang sebayak 6,7 triliun rupiah digelontorkan untuk menyelamatkan sebuah bank gagal kelola.
Ironis..
Warga di belahan bumi selatan kelaparan karena ternaknya mati sedangkan warga di belahan bumi utara kelaparan karena untuk keluar mencari makanpun tidak bisa karena ekstremnya cuaca..
Seperti analogi roda, ada saat di atas ada juga saat di bawah
Ada siang dan malam
Ada si kaya dan si miskin
Itu semua hanya sebagian ironisme yang mudah dilihat. Tujuannya hanya 1
Menunjukkan kuasa Sang Pencipta
Sang Maha Segalanya
Si kaya dengan mudahnya bisa saja bernasib seperti si miskin
Si perkasa dengan mudahnya dapat terkapar selamanya di atas pembaringan
Semua telah diatur olehNya
Orkes Sakit Hati - Slank
aku gak mau menderita lagi
kalau ingkari janji
banyak bicara
coba ingkari janji
Wither by Dream Theater
Let it out, let it out
Feel the empty Space
So insecure find the words and let it out
And render myself helpless
I give in and everything is clear
I breakdown
And let the story guide me
So I wither
And render myself helpless
I give in
And everything is clear
I breakdown
And let the story guide me
The final staring over
Leaves me paralysed
Tear it out again
The worlds want to create
The worlds which you create
Let it out let it out
Ternyata kita (harusnya) bisa
100 tahun (jangan lupakan 5 tahunnya juga) pemerintahan negara kita menyiapkan (kembali) fondasinya untuk 5 tahun ke depan (semoga kesampaian 5 tahun). Tapi saya gak mau ngomentarin orang yang di atas sekarang, tapi orang-orang di bawah mereka tapi di atas garis-garis kemiskinan. Ingat kan kalo bangsa kita pernah dijajah berabad-abad? Secara tidak langsung, hal itu menurut saya membentuk masyarakatnya. Culture stelsel, romusha, dan segala jenis pemerasan tenaga dilakukan penjajah. Hal ini membuat bangsa kita menjadi pekerja keras. Ya, kita jadi bekerja keras kalo DIPAKSA!! Pasti anotasi ini membuat telinga anda panas dan berhasrat mencari penulis posting ini dan ingin segera menggorok lehernya. Tapi itu kenyataan kan? Oke kita cari bahasan lain. Apa ya? Oh, saya ingat
Bangsa kita yang dulu terdiri dari berbagai kerajaan yang berganti-ganti kehadirannya, punya beberapa warisan untuk kita. Bukan warisan fisik seperti candi dan prasasti lho. Tapi adalah warisan sifat. Apa itu? Bangsa kita (seperti sebelumnya), susah diajak untul bekerja oleh masing-masing raja mereka. Bangsa kita menganggap cukup dengan pemberian, atau hadiah, atau sedikit kemewahan yang dibagikan orang kerajaan saja mereka sudah makmur. Ya, memang makmur, tapi tidak sepenuhnya definisi "makmur" itu mereka raih. Karena mereka tetap saja miskin. Lha, kalau makmur kan bisa bikin kerajaan tandingan kan? Nah, kalau mereka merasa gak makmur, pasti akan merasa sangat kesal, tapi tidak pernah diungkapkan, yang pada akhirnya sering kita sebut "dendam kesumat". Emangnya gak boleh ya orang kesal? Ya boleh saja, tapi dendam kesumat itulah yang memudahkan bule-bule sok ramah yang dalam sejarah kita kenal sebagai kompeni itu memprovokasi orang untuk melakukan pemberontakan yang pada akhirnya makin memperpecah bangsa. Makin banyak, dan terus bertambah jumlah kerajaan yang muncul, yang saya jamin juga membuat anda pusing belajar sejarah. Warisan itu masih ada sampai sekarang. Pemerintah selalu dituntut mensejahterakan rakyat, yang jujur saja sulit untuk menyejahterakan SEMUA walaupun harus mengubah Undang-Undang yang membolehkan bule memimpin negeri ini alias mempersilahkan penjajah datang lagi.
Makin tinggi tensinya, ya...
Sesuai judul, coba kita renungkan sifat kita yang pertama, yaitu bekerja keras kalau dipaksa. Cobalah kata "kalau" diganti dengan "tanpa". Harusnya kita sudah makmur tuh dari dulu.
Untuk mencapai inti dari tulisan ini, saya malah menyeret moyang kita ya...maka dari itu maafkan segala kesalahan dalam membuat tulisan ini, karena sesungguhnya cuma bermotif untuk memotivasi diri saya sendiri khususnya dan anda pembaca sekalian pada umumnya (serasa dakwah Jum'at ya :D)
Uthlubul ilma walau bishshin
Dalam memandang sebuah kegagalan, tidak semua orang kan bisa menerima dengan baik kegagalan itu? Ilustrasinya begini, ada seorang anak SMP yang dengan hebatnya bisa masuk di SMA favorit semua orang di Indonesia. Tentunya siapapun yang mengenalnya pasti bangga kan? Nah, dalam perjalanannya mengarungi dunia SMA (halah), dia tergelincir dari arus persaingan manusia-manusia lebih cerdas, dan tahukah apa yang terjadi? Anak itu tidak naik kelas!! Si anak itu sendiri tahu dia sedang menghadapi marabahaya putus sekolah, tapi dia berusaha sekuatnya agar tidak tertinggal jauh, tapi nyatanya kembali gagal. Jika melihat fenomena yang sedang terjadi di masyarakat sekarang ini, normalnya dia sudah terjun payung (tanpa pakai parasut). Tapi dengan sikap ksatrianya, akhirnya dia mengibarkan bendera putih dan mencari lahan baru untuk "berperang". Sadar akan kapasitasnya, tentu dia kapok dengan sebutan "SMA favorit". Dia lebih memilih SMA yang biasa saja tapi bisa memberikan dia peluang untuk meniti sukses lagi. Tapi ya itulah masalahnya, lingkungan dia tetap memaksa untuk masuk SMA favorit lain, alasannya sederhana "biar kamu bisa masuk PTN yang top, kalau yang paling terfavorit bisa masa' yang terfavorit kedua gak bisa?". Luar biasa tidak menghargai posisi dia sekarang pikir dia. Dan pergemulan pikiran ini akan terus menyiksa dirinya, ya sampai dia dapat tempat lain. Atau bahkan malah masuk liang tanah 2x1 meter itu.
Sesuai dengan judul di atas, yang kalau boleh ditafsirkan berarti "tuntutlah ilmu walau ke negeri China". Rekan saya ini sudah mengadopsinya ke arah pemikiran yang menurut saya cukup bijak, tapi radikal dengan keinginan lingkungannya. "tidak apa saya melanjutkan belajar ke China walaupun saya gak suka sama lingkungannya, daripada membuang waktu belajar di Harvard atau MIT sana, yang walaupun dicintai dan dipuja banyak orang tapi tidak memikat hati saya lagi."
Lantas, bagaimana menurut anda?
Ternyata
untuk yang setia mantengin blog ini (walaupun pasti gak ada yang mau repot-repot atau direpotin), terima kasih banyak...
thx
wassalam.
Tidak Penting, tapi...
Boleh tutup mata, tapi bukalah Hatimu!!
Budi, teruslah bermain bola!

Masih ingatkah anda semua, sebuah iklan dimana Wayne Rooney bersama rekan-rekan satu tim Manchester United belajar bahasa Indonesia...
Ini Budi. Budi bermain bola.
Dengan lidah "inggris" mereka, diejalah 2 kalimat yang tertulis di papan tulis itu. Bagi kita orang Indonesia, hal tersebut terdengar unik dan lucu ketika mereka mengulang ucapan si ibu guru.
Tapi, mereka tersenyum. Seperti ada sesuatu yang aneh ketika mereka mengucapkan kalimat itu. Atau ada sensasi tersendiri yang mereka rasakan. Entahlah..
Dan roda kehidupan pun berputar. Bom mengguncang hotel tempat MU berencana menginap selama di Jakarta (kebetulan Ibrohim, otak pengeboman sendiri telah tewas digerebek Densus 88 di Temanggung). Suasanapun menjadi gelap dan hitam pekat. Tidak jelas lagi.
Tetapi di sana tertulis sebaris huruf yang membentuk kalimat di dasar warna hitam itu.
Budi, teruslah bermain bola.
Lalu siapa yang menulis pesan itu? Rooney? van der Sar? Giggs? atau bahkan Sang bos Sir Alex Ferguson? Who knows? Yang pasti, Rooney dan rekan-rekannya tak lagi berada di ruang kelas untuk membaca. Jangankan ke kelas, ke Indonesia saja tidak mau. Mereka takut Indonesia tidak bisa menjamin keamanan dan keselamatan mereka. Sebuah hal yang wajar. Mereka lebih percaya dengan Malaysia, bahkan mengajak tim Indonesia All-Star untuk bermain di Malaysia saja. Anda sekalian yang mendapat undangan itu, apakah tidak merasa malu? Kalau saya sudah tidak tertahankan malunya dengan mereka-mereka di Malaysia.
Yah, apapun yang terjadi, banyak pesan yang ditinggalkan pada papan iklan di atas.
Pertama, menarik mengapa kreator iklan menggunakan tokoh budi untuk mendapatkan adegan main bola. Mengapa bukan Boas, Bambang atau siapa pemain bola top nasional. Budi memang legendaris. Walaupun sebatas hanya mampu memperkenalkan nama diri sendiri dengan ayah, ibu, kakak dan adiknya saja. Mungkin dengan Budi mulai bermain bola dengan MU maka menjadi langkah awal Indonesia untuk melegenda di pentas dunia.
Kedua, Indonesia teruslah bermain bola saja. Karena memang tak pantas bertanding sepak bola. Kemampuannya hanya sebatas bermain-main bola. Bukan menguasai bola dan mempermainkan si bola bundar hingga menampilkan permainan yang menawan sehingga layak bertanding dengan tim sepak bola dunia. Oleh sebab Indonesia hanya mampu bermain bola, sementara MU maunya bertanding sepak bola. Maka daripada MU terjangkit kelakuan bermain bola hingga menurunkan kualitas mereka, maka pertandingan itu urung dilaksanakan.
Ketiga, hidup terus berlanjut kawan, teruslah semangat. Ini pesan kuat yang saya tangkap, dan semestinya anda juga menangkapnya, bukan menangkap pesan-pesan yang lain di atas. Ada dorongan dan semangat yang dipompakan, agar budi terus bermain bola meskipun bom meneror Indonesia. Tak ada alasan untuk berhenti belajar dan mengasah diri dalam permainan sepak bola. Bahkan bom pun tak semestinya menjadi pemicu patah semangat budi untuk terus maju. Budi, sebagai manifestasi generasi muda Indonesia semestinya segera bangkit dan melanjutkan apa yang menjadi cita-citanya. Karena dengan “terus bermain bola”, terbuka peluang yang lebar, Budi akan menjadi pemain bola top dunia sekelas Wayne Rooney dan pemain MU lainnya.
Kalimat Budi teruslah bermain bola juga semestinya menginspirasi semua orang yang membaca pesan itu, termasuk saya. Bahwa apapun yang terjadi dalam diri kita, semestinya tidak membuat kita patah hati dan kehilangan semangat hidup. Melanjutkan apa yang telah dimulai sampai tujuan akhir perjalanan hidup. Bagi seseorang yang kehilangan bahu yang tak mampu lagi menjadi sandaran atau berbeda dengan sahabatnya. Atau perempuan yang tanpa lelah menunggu senja. Ucok yang yang menanyakan dimana sekolahnya. Atau yang merasakan pahitnya kejujuran. The show must go on! Teruskan hidupmu! Masih banyak cinta dan pengharapan di depan sana.
I'm a Left hander, and I'm Proud of it !
Dari wikipedia :
In his book Right-Hand, Left-Hand,[31] Chris McManus of University College London argues that the proportion of left-handers is rising and left-handed people as a group have historically produced an above-average quota of high achievers. He says that left-handers' brains are structured differently in a way that widens their range of abilities, and the genes that determine left-handedness also govern development of the language centers of the brain.
McManus also says that the increase in the 20th century of people identifying as left-handed could produce a corresponding intellectual advance and a leap in the number of mathematical, sporting, or artistic geniuses.
*Intisarinya : Orang kidal memiliki otak yang lebih terstruktur, sehingga mempunyai kemampuan yang lebih dari orang biasa. Kemampuan disini bukan hanya kemampuan intelektual, tapi juga kemampuan estetika(seni), linguistik(sastra), kinestetik (olahraga) dan lain-lain
Dari www.mensa.com :
20% member Mensa (organisasi intelektual dunia!) itu kidal
*organisasi ini untuk semua umur, bukan buat kakek2 profesor doang.. Tesnya berdasarkan umur..gw coba tes buat jadi member di sini, dikasih skor cuman 0,9 sedangkan standar lulusnya 4,5 swt bgt dah
Fakta juga membuktikan, banyak orang kidal yang merubah dunia, contohnya :
Sains
Albert Einstein (siapa coba yang ga kenal makhluk ini), Issac Newton (DEWA fisika), Benjamin Franklin, Galileo Galilei
Teknologi
Bill Gates (Pemilik Microsoft n orang terkaya di dunia), Steve Jobs, Steve Wozniak, Henry Ford
Seni dan sastra
J.K. Rowling, Pablo Piccaso, Leonardo Da Vinci, Ludwig van Beethoven, Michaelangelo Buonarroti, Rembrandt van Rijn, Wolfgang Amadeus Mozart, Leonardo da Vinci, Ricky Martin, David Bowie, Charlie Chaplin, Kurt Cobain, Phil Collins, Bob Dylan, Eminem, Jimi Hendrix, George Michael, Osmonds,Johnny , otten, Paul Mcartney, Ringo Starr
Aktor2
Woody Allen, Dan Aykroyd, Matthew Broderick, Pierce Brosnan, George Burns, Drew Carey, Robert , Matt Dillon, Laurence Fishburne, Morgan Freeman, Greta Garbo, Jim Henson, Hugh Jackman, Angelina Jolie, Nicole Kidman, Ray Liotta, Ryan O'Neal, Anthony Perkins, Dennis Quaid, Robert Redford, - Keanu Reeves, Kurt Russell, David Spade, Jodie Sweetin, Chris Tucker, Shannon Tweed, Mark Wahlberg and Oprah Winfrey
Politisi
Mahatma Ghandi, George H.W. Bush, Bill Clinton, John Kerr, H. Ross Perot, Ronald Reagan, Julius Caesar, Hugo Chávez, Adolf Hitler, Napoleon Bonaparte, John F. Kennedy
Olahraga
Ryan Giggs, John Barnes, Diego Maradona, Roberto Carlos, Sebastian Janikowski, Donovan McNabb, Deion Sanders, Gale Sayers, Michael Vick, Steve Young,Daniel Carter,Jonah Lomu, Percy Montgomery, Jonny Wilkinson,Gary Kasparov, Greg Louganis, Mark Spitz, Sir Clive Woodward
dan sesuai dengan judulnya...I'm a Left hander, and I'm Proud of it !!!
Lalu, Kenapa Nokia?
Post ini hanya membandingkan 2 produsen ponsel saja, yaitu SE (Sony Ericsson) dan Nokia. Jadi, mohon maaf apabila hanya 2 produk ini saja yang disoroti. Hal itu didasari dari kenyataan bahwa 2 produsen ponsel ini sangatlah merakyat di Indonesia, terutama Nokia. Berdasarkan survei, alasan yang kuat untuk seseorang tidak membeli SE (dan malah membeli Nokia) adalah harga jual kembali yang murah. Selain itu, tidak ada lagi keunggulan Nokia.
Ya, Nokia memang kaya fitur, tapi apakah fitur itu terpakai sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia yang tipenya "latah"? Terlalu banyak fitur yang mubazir dan jarang atau tak pernah dipergunakan. Seperti, apakah ada di antara kita yang pernah menggunakan fitur PTT di Nokia? Menu yang banyak dan ribet (saking kayanya), tapi tak memenuhi fungsinya. Belum lagi dengan virus yang mengancam hampir semua produk Nokia. Sedang SE, bisa kita sebut tidak mempan virus. Ya, meski yang terkena virus adalah jenis yang ber-OS, seperti P1 atau P990 misalnya, kenyataannya tidak berdampak apa-apa. Apalagi yang hanya ber-platform Java.
Di Eropa (ingat, Nokia berasal dari Eropa) dan Amerika, Nokia tidak ada apa-apanya. Ingat James Bond? Kenapa ponsel yang dipakainya selalu SE? Itu membuktikan kalau SE adalah produk canggih. Malah bisa dikatakan, kalau SE adalah pelopor kecanggihan sebuah handphone. Ingat K750i? Ialah ponsel pertama dengan kamera 2MP di Indonesia. Ingat K600i? Ya, dia adalah ponsel 3G pertama di Indonesia, bahkan jauh sebelum operator di Indonesia menggelar 3G. Ingat P800i? Smartphone ini adalah smartphone pertama di Indonesia, terlebih lagi menggunakan interface touchscreen. Kenapa Nokia tidak membuat touchscreen? Apakah karena kegagalannya memoles Symbian dengan touchscreen? Sampai saat ini baru 5800 Express Music yang touchscreen.
Dalam hal multimedia, belum ada yang dapat menandingi kedahsyatan performa musik dari SE dengan seri W-nya yang fenomenal. Teknologi stereo widening, SensMe, shake control, MegaBass adalah beberapa fitur yang banyak ditiru oleh merk lainnya. Untuk uji kamera pun, hanya beberapa seri dari dari Nokia yang mampu mengalahkan performa hasil jepretan Cybershot-nya. Koneksi internet yang stabil dan cepat, Wi-Fi juga ditemukan pertama di P990i, sebelum Nokia meluncurkan seri N dan E yang berfitur Wi-Fi. Belum lagi aplikasi dan game yang harus sesuai Symbian, karena isu kompatibilitas aplikasi dan game platform Java di Nokia. Sedang SE, platform Symbian dan Java sama mudahnya untuk dijalankan di sistemnya. Tes Java benchmark pun, hampir semua dimenangkan oleh SE.
Karena itu, kembali lagi saya tanyakan, seperti judul post ini "Lalu, Kenapa Nokia?"
Standar Hidup Islam
Islam bukan hanya bicara masalah ibadah, bukan Cuma bicara masalah iman dan amal soleh. Namun Islam adalah ajaran hidup yang lengkap dan sempurna. Termasuk dalam hal ekonomi dan keuangan pun Islam memberikan solusi. Dan ada banyak sekali pelajaran mengelola keuangan yang bisa kita ambil dari ajaran Islam. Dan salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah tips menabung dari Rasulullah Muhammad saw.
Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan uang secara sederhana, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya. [HR Muslim & Ahmad]
Menyisihkan kelebihan atau menabung, dalam hadits ini dijelaskan maksudnya yaitu untuk berjaga-jaga pada saat miskin dan membutuhkan. Memang sudah menjadi hukum alam bahwa roda perekonomian terus berputar seperti roda pedati. Terkadang kita berada di atas, namun roda yang terus berputar bisa menempatkan kita pada posisi yang paling bawah.
Dan kalau lebih cermat lagi, ternyata ada pelajaran berharga yang bisa kita petik dari hadits ini. Yaitu rumus menabung ala Rasulullah saw, dimana dijelaskan bahwa orang yang mendapatkan rahmat Allah bisa menyisihkan kelebihan, yaitu orang yang berusaha dengan usaha yang baik dan membelanjakan uang secara sederhana. Ada dua syarat untuk bisa menabung, yaitu sumber penghasilan dari usaha yang baik, dan mengelola pengeluaran dengan sederhana.
Mari kita bahas satu-persatu syarat untuk menabung dengan baik ini. Syarat pertama, adalah sumber penghasilannya dari usaha yang baik. Percaya atau tidak hanya uang halal yang bisa ditabung. Sedangkan untuk yang haram tidak bisa atau sangat sulit sekali untuk diinvestasikan. Tidak percaya?
Coba simak pemberitaan di media masa, kemana para koruptornya menyimpan uang hasil korupsinya? Mereka tentunya tidak akan berani menyimpan aset atas namanya sendiri, bisa terlacak aparat nanti. Mereka ternyata menyimpan uangnya di luar negeri agar tidak mudah terlacak, kalupun disimpan di dalam negeri asetnya bukanlah atas nama sendiri, melainkan dibuat atas nama saudara atau orang lain agar tidak ketahuan. Intinya, uang haram sulit untuk disimpan.
Simak juga cerita kriminal yang bisa kita baca di surat kabar. Bagaimana dengan mudahnya polisi menciduk para pelaku kriminal seperti perampokan atau penjambretan. Yaitu dengan melacaknya di tempat mereka biasa minum atau bersenang-senang. Karena harta haram cenderung mudah sekali dihabiskan dengan berfoya-foya. Itulah kenapa para perampok ini tidak pernah kaya walaupun sudah mendapatkan mangsa besar, dan mereka juga harus terus merampok untuk mempertahankan hidupnya. Karena mereka tidak bisa menyimpan harta haram yang diperolehnya.
Itu kesimpulan kita pertama, bahwa hanya harta halal yang bisa disimpan atau diinvestasikan. Syarat kedua untuk bisa menabung dengan baik yaitu pengeluaran yang sederhana.
Pengertian sederhana mungkin sulit untuk ditentukan batasan rupiahnya. Seperti apa sih hidup yang sederhana itu? Katakanlah A memiliki penghasilan Rp 10 juta per bulan dan pengeluarannya Rp 8 juta, sedangkan B berpenghasilan Rp 3 juta dan semua penghasilannya dihabiskan bulan itu juga. Mana yang lebih sederhana, A atau B?
Lalu bagaimana dengan seorang komlomerat yang penghasilannya terus mengalir bukan cuma dalam hitungan bulan namun dalam hitungan hari. Apakah ia dikatakan sederhana atau mewah jika menggunakan mobil Jaguar yang tak sampai 1% dari total asetnya.
Ada sebuah kisah menarik berkaitan dengan hidup sederhana ini. Alkisah suatu hari pada masa kejayaan Islam, di bawah pemerintahan yang bijaksana, penduduk hidup dengan sejahtera. Bahkan konon dikabarkan dana zakat yang terkumpul demikian besarnya, dan sulit sekali mencari seseorang yang berhak untuk menerima zakat karena bisa dikatakan pada saat itu sulit untuk mencari orang miskin.
Standar hidup miskin pada saat itu pun demikian tingginya bahkan seseorang bisa dikatakan miskin jika ia hanya memiliki rumah, kuda, dan seorang pembantu rumah tangga tanpa harta lain yang berarti. Rumah adalah harta yang wajib dimiliki untuk tempat berteduh, kuda adalah alat transportasi utama yang semua orang membutuhkannya. Dan pembantu rumah tangga penting peranannya dalam sebuah keluarga. Ketiga komponen ini bisa dikatakan sebagai standar hidup sederhana karena semuanya adalah hal yang perlu dimiliki oleh semua keluarga.
Jika kita analogikan hal ini pada kehidupan sekarang di sekitar kita. Apakah pantas kita katakan bahwa standar hidup sederhana adalah memiliki rumah sendiri, mobil atau setidaknya sepeda motor sendiri, dan mampu menggaji seorang pembantu rumah tangga.
Sulit memang untuk menilai kesederhanaan. Dalam hal ini, pada umumnya ada dua batasan yang biasanya digunakan masyarakat dalam menilai seseorang itu hidup sederhana atau mewah.
Batasan pertama yaitu kemampuannya sendiri. Seseorang dikatakan hidup sederhana jika ia bisa hidup dalam batasan kemampuannya sendiri. Sebaliknya, seseorang akan dikatakan hidup mewah jika ia memaksakan diri dengan gaya hidup di luar batas kemampuannya.
Batasan kedua yang bisa kita katakan sebagai hidup sederhana adalah lingkungan. Walaupun seseorang mampu untuk membeli mobil merk apa saja berapapun yang ia mau, namun jika hal itu menimbulkan kesenjangan terhadap lingkungannya, maka bisa dikatakan itu bukanlah hidup sederhana.
Harapan di Masa Datang
Pohon buatan, serap emisi karbon 1000X lebih banyak dibanding pohon alami..!
Kini Laboratorium Global Research Technologies, Colorado, mengembangkan pohon sintetis berbahan aluminium. Dan Komisi Energi Amerika telah menyetujuinya. “Tujuan akhir proyek ini adalah menyingkat 100 ribu tahun penyerapan polusi oleh pohon menjadi 30 menit saja," kata Lackner kepada CNN pekan lalu.
Bentuk pohon sintetis mirip antena penyerap sinar ultraviolet--berukuran 30 x 5 meter. Dasar kerjanya sama, yakni menghadang karbon dioksida di udara. Seperti pohon asli, panel Lackner mampu mengembuskan oksigen. Sisa karbon bisa dipakai untuk mesin pengeboran minyak lepas pantai, hidrokarbon, atau avtur. Berikut cara kerjanya:
Setiap tahun ada 29 miliar ton karbon dioksida terpompa ke atmosfer: 80 persen berasal dari kendaraan bermotor. Setiap 1 gram bensin menghasilkan 3,14 gram karbon dioksida. Di Indonesia, konsumsi bensin per tahun mencapai 584 juta barel per tahun. Artinya, ada 291,5 juta ton karbon dioksida yang kita hasilkan dalam satu tahun.
Tribute To The Champions

.jpg)




Antiklimaks...

Indonesia menangis (lagi)...tapi bukan karena tsunami ataupun bencana2 lain yang tengah mendera bangsa kita...

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)

