It's time to change, PSSI!
Chaos terjadi di Stadion kebanggaan rakyat Indonesia, Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ribuan orang terlibat kekisruhan saat mengantre untuk membeli tiket kategori 3 di final leg 2 AFF Suzuki Cup, yang mempertemukan 2 musuh bebuyutan, Indonesia dan Malaysia. Menurut saya, jelas emosi para penonton para penonton gampang tersulut, karena mereka terpaksa menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Namun, ketidakmampuan panitia ticketing yang koordinasinya diatur LOC dan juga PSSI jelas merupakan sumber dari semua masalah.
Kekisruhan ini juga jelas merupakan puncak kegagalan kerja PSSI di bawah Nurdin Halid yang memang kian lama desakan untuk mundur semakin membesar. Pemerintah sebagai pemegang aspirasi rakyat sebenarnya tidak diam seribu bahasa melihat masalah di PSSI. Melalui KSN beberapa waktu yang lalu, memang diharapkan ada perubahan yang dilakukan oleh PSSI. Namun, janji mereka untuk berubah hanyalah sekedar hembusan janji surga.
Hal ini mau tidak mau harus kita maklumi, karena bukan kepada pemerintahlah PSSI harus mempertanggungjawabkan kinerjanya, karena apa yang mereka lakukan hanyalah tunduk kepada otoritas sepakbola dunia atau FIFA. Bahkan, FIFA akan memboikot keterlibatan sebuah Negara di ajang internasional bila terbukti pemerintah Negara tersebut turut campur tangan atau melakukan intervensi ke otoritas sepakbola Negara bersangkutan. Maka, tidaklah heran jika SBY (yang bisa saya bilang sangat taat aturan yang jelas-jelas buruk) tidak banyak berkutik untuk mereformasi PSSI.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi masalah ini?
Kuncinya hanya satu. Menurut saya, jelas aturan FIFA diatas tentu harus segera direvisi. Dan semestinya kekisruhan yang terjadi baru-baru ini sudah menjadi alasan yang cukup bagi Sepp Blatter dan jajarannya. Atau, bila FIFA tidak merasa bahwa aturannya harus direvisi, kinerja Nurdin Halid dan jajarannya selama ini bisa menjadi pertimbangan.
Yah, miris memang, karena resikonya adalah kita tidak bisa mengikuti semua event internasional di bawah koordinasi FIFA. Namun, mengingat bahwa kualitas tim nasional kita (yang walaupun saat ini cukup baik dan membangkitkan euphoria masyarakat) kalah dari bangsa lain, ke-tidakterlibat-an kita di ajang internasional rasanya bukan menjadi masalah. Jika sudah begitu, intervensi PSSI langsung untuk direformasi adalah wajib hukumnya. Garuda di dada!!
Mega Factories: Totalitas dalam berkarya
Fokus saya pada tulisan ini adalah bagaimana mereka yang bekerja di masing-masing pabrik sangat total melakukan pekerjaannya, ditambah mereka membuat mobil-mobil hebat itu dengan tangan (hand-made). Dari urusan mesin, bodi mobil, proses pengecatan, perakitan, inspeksi hingga road test, mereka benar-benar menggunakan standar tinggi dan menolah segala bentuk kekeliruan. Sebuah pembelajaran bagi kita sebenarnya, bahwa kesungguhan dalam berusaha, yang tentu dengan diberlakukannya standar yang tinggi pantas untuk dihargai. Menggelitik juga mengingat banyak produsen mobil di Indonesia yang lebih mengejar profit dan kuantitas tersedianya barang daripada kualitas dan keamanan bagi penggunanya. Tapi mungkin tidak bisa dicompare juga, karena demandnya memang berbeda.
Jadi, bolehlah kita membahas sedikit, karena sepertinya gak asik klo cerita tapi yang membaca gak ngerti :D
Yang pertama kita ngomongin Murcielago SV, dimana arti SV sendiri berarti "Super Veloce" atau "Super Fast." Maha karya ini dibanderol seharga 300.000 euro, tentu makni mahal jika anda mencoba memboyongnya ke Indonesia. Mobil ini dalam pembuatannya melibatkan 130 orang. Kedua adalah Rolls-Royce Phantom, yang diklaim mobil ini sangat berat karena fitur mewah di dalamnya, tapi punya akselarasi lembut. Yang pernah mendengar atau mencoba naik Airbus A380 pasti tahu betapa hebatnya mesin pesawat itu bekerja. Mampu mengangkat pesawat raksasa tapi mengeluarkan suara yang tidak bising seperti pesawat kebanyakan. Dan untuk membuat 1 Phantom, butuh waktu 2 bulan. Bayangkan! Bukan karena kekurangan pekerja, tapi karena prosesnya yang benar-benar buatan tangan itu. Jadi maklum aja. Dan yang terakhir adalah Audi R8. Yang menarik untuk disimak adalah setengah dari pekerja pembuat R8 ini berusia di atas 40, sehingga sering disebut "silverliners" :D. Mereka yang terpilih membangun R8 tentu bukan orang sembarangan di bidangnya. Normalnya, dibutuhkan 70 jam kerja atau 8 hari untuk membuat mobil ini dari bahan aluminium hingga bisa meluncur di jalan. Dibanding Phantom, tentu R8 lebih cepat prosesnya. Tapi keduanya memang punya segmen tersendiri. Phantom mengutamakan kemewahan (tidak pantas menyandingnya dengan BMW atau Mercy :p), sedangkan R8 mengutamakan kecepatan, sangat pas untuk mereka yang hobi memacu adrenalin.
Dan hanya mimpi saja membayangkan bisa naik di salah satu mobil ini. Tapi siapa tahu? Sekarang boleh saja bermimpi, tapi kedepannya mungkin ada saat dimana saya punya kesempatan memacu salah satunya. Namanya juga mimpi.
Buat yang masih penasaran silahkan mampir ke http://www.natgeotv.com
Belajarlah dari Sejarah, tapi jangan pernah mengikutinya...
Dulu, saat masih SMA, guru Sejarah saya, panggil saja Pak Ipik, pernah bertanya siapa di antara kami yang menganggap pelajaran Sejarah itu tidak penting? Saya, sebagai anak normal IPA, tentu menganggap Sejarah itu gak penting, karena buat apa juga beajar Sejarah lagi (alasan waktu itu :p). Dan hanya saya yang berasumsi seperti itu atau minimal hanya saya yang berani menentang pendapat mainstream (??)
Dengan bijaknya guru hebat ini berkata, "Belajarlah dari Sejarah, karena sebenarnya kita tak akan bisa terlepas dari Sejarah."
Dan barulah saat ini saya bisa memahami dengan baik maksudnya, walaupun tetap dengan pola pikir yang aneh cenderung freak. Dari sejarah, kita bisa mengetahui apa yang terjadi di zaman dulu, mulai dari Mesopotamia, Babilonia, perebutan kekuasaan, suku Barbar, kejayaan Islam, pengkhianatan, seni tingkat tinggi karya sekelas Mozart atau Picasso atau seniman lainnya, penjajahan, hingga zaman Facebook seperti sekarang ini.
Dan kenapa saya bilang jangan mengikutinya? Yang saya maksud adalah jangan mengikuti hal-hal buruk yang pernah terjadi di masa lalu, seperti perang, perilaku vandal, berkhianat, perzinahan, dan segala macam yang buruk-buruk.
Karena sebenarnya itulah esensi dari tujuan kita belajar sejarah..
Kita mengetahui kejadian di masa lalu, dan dapat mengetahui mana yang pantas diikuti dan mana yang tidak pantas dicontoh.
Bingung ya maksudnya? Yah semoga saja anda mengerti. :D
Kenapa ya?
tapi saat tenaga kerjanya diadu dengan negara lain, bahkan di wilayah ASEAN sekalipun, malah tidak berkutik??
Harapan di Masa Datang
Pohon buatan, serap emisi karbon 1000X lebih banyak dibanding pohon alami..!
Kini Laboratorium Global Research Technologies, Colorado, mengembangkan pohon sintetis berbahan aluminium. Dan Komisi Energi Amerika telah menyetujuinya. “Tujuan akhir proyek ini adalah menyingkat 100 ribu tahun penyerapan polusi oleh pohon menjadi 30 menit saja," kata Lackner kepada CNN pekan lalu.
Bentuk pohon sintetis mirip antena penyerap sinar ultraviolet--berukuran 30 x 5 meter. Dasar kerjanya sama, yakni menghadang karbon dioksida di udara. Seperti pohon asli, panel Lackner mampu mengembuskan oksigen. Sisa karbon bisa dipakai untuk mesin pengeboran minyak lepas pantai, hidrokarbon, atau avtur. Berikut cara kerjanya:
Setiap tahun ada 29 miliar ton karbon dioksida terpompa ke atmosfer: 80 persen berasal dari kendaraan bermotor. Setiap 1 gram bensin menghasilkan 3,14 gram karbon dioksida. Di Indonesia, konsumsi bensin per tahun mencapai 584 juta barel per tahun. Artinya, ada 291,5 juta ton karbon dioksida yang kita hasilkan dalam satu tahun.
dag...dig...dug...
Lima Langkah Darurat untuk Menyelamatkan Bumi dari Perubahan Iklim
Bagaimana Kita Dapat Membantu?
Kita mengetahui bahwa untuk menghentikan pemanasan global tidak mungkin dilakukan oleh seorang diri tetapi harus dilakukan melalui kerja sama semua orang. Tetapi walau bagaimanapun, mulailah dari diri kita sendiri, jadilah pahlawan lingkungan dan penyelamat bumi di saat yang kritis ini. Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk menghentikan perubahan iklim.
1. Selamatkan Kehidupan dan Planet dengan Menghentikan Konsumsi Daging
Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) telah membuka mata dunia, industri peternakan merupakan penyebab utama pemanasan global. Industri peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca sebesar 18 persen, jumlah ini melebihi gabungan emisi dari seluruh transportasi di dunia seperti motor, mobil, truk, pesawat, kapal, kereta api, helikopter yang menyumbang 13 persen gas rumah kaca atau pembangkit listrik di seluruh dunia yang menyumbangkan 11 persen gas rumah kaca. PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 saja, padahal industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan air bersih. Peternakan melepaskan 9 persen karbon dioksida, 37 persen gas metana (mempunyai efek pemanasan 72 kali lebih kuat dari CO2dalam 20 tahun pertama dan 23 kali lebih kuat dari CO2 dalam 100 tahun). Secara keseluruhan, sekitar 86 juta ton metana dihasilkan dari sistem pencernaan sapi dan kambing, dan 18 juta ton lagi berasal dari kotoran ternak yang menyumbang 65 persen dinitrogen oksida (mempunyai efek pemanasan 298 kali lebih kuat dari CO2), serta 64 persen amonia penyebab hujan asam.
Peternakan juga menjadi penggerak utama dari penebangan hutan. Diperkirakan 80 persen bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Setiap tahunnya, industri peternakan menghasilkan emisi 2,4 miliar ton CO2. Di luar itu, peternakan menyita 30% dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi dan 33% dari area tanah yang subur dijadikan ladang untuk menanam pakan ternak.
Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet yang berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya! Seorang vegetarian yang mengendarai SUV Hummer masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan daging yang mengendarai sepeda!
2. Hemat Energi dan Hemat Sumber Daya Alam
Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain. Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini termasuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan bakar fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya.
Matikan alat elektronik dari sumbernya atau tekan steker sampai lampunya mati, jangan biarkan alat elektronik dalam keadaan standby. Jangan biarkan kran, tempat penampungan air, tabung toilet mengalami kebocoran, sehingga air menetes keluar terus selama 24 jam, selain memboroskan sumber air yang berharga juga memboroskan uang Anda. Pergunakan peralatan listrik yang hemat energi, seperti lampu, rice cooker, TV, AC, dan peralatan listrik lainnya. Matikan lampu apabila pencahayaan dari luar masih terang, atau saat kita sedang tidak berada di dalam ruangan, maksimalkan pencahayaan dari matahari, buka tirai jendela, pergunakan cat berwarna cerah di dalam rumah. Jangan membuka pintu lemari es terlalu lama karena setiap kali pintu lemari es dibuka maka diperlukan tarikan listrik yang tinggi untuk mendinginkan kembali suhunya, potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil, karena ukuran makanan yang kecil akan cepat matang dan menggunakan energi lebih sedikit. Gunakan kertas secara bolak-balik untuk mengurangi pembabatan hutan. Dan yang terpenting, hindari kantong plastik, bawa tas sendiri.
3. Menanam Pohon dapat Memberi Manfaat bagi Bumi Kita
Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke udara sebagai CO2.
Dua tahun setelah menanam pohon muda yang berkayu keras, ilmuawan Universitas Lousiana Tech, menemukan bahwa pada setiap 4050 m2 dari hutan yang ditanami dapat menyerap cukup banyak karbon dari mobil yang berjalan selama satu tahun.
Sebuah studi oleh Dinas Kehutanan AS memperlihatkan bahwa dengan menanam 95.000 pohon pada dua wilayah bagian di ibukota Chicago telah memberikan udara yang lebih bersih dan akan menghemat $38 juta selama lebih dari 30 tahun sesuai untuk penurunan panas dan biaya pendingin.
Hutan mempunyai peranan yang sangat penting. Jika kita mempunyai hutan, maka itu berarti kita mempunyai senjata ekstra untuk memerangi perubahan iklim.
4. Kurangi Emisi Transportasi dan Beralih ke Energi Alternatif
Usahakan menggunakan transportasi massa daripada memiliki mobil sendiri yang selain boros biaya BBM, juga menghindari kemacetan di jalan, biaya parkir, asuransi, dan biaya pemeliharaan mobil. Berangkat atau pulang kerja secara berbarengan dengan rekan-rekan sekantor dalam satu mobil yang searah, sehingga bisa berbagi biaya perjalanan dengan mereka.
Apabila jarak rumah ke kantor atau tempat kerja dekat dan bisa ditempuh dengan naik sepeda, lebih baik menggunakan sepeda yang selain menghemat biaya perjalanan juga baik untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Saya berusaha untuk menggunakan sepeda untuk pergi ke tempat kerja sesering yang saya bisa untuk menghemat energi.” - Margot Wallstrom, Wakil Presiden dari Komisi Uni Eropa.
Apabila memakai mobil sendiri, pergunakan mobil yang hemat bahan bakar atau bahkan beli mobil hibrida jika Anda mampu.
5. Daur Ulang dapat Membawa Perubahan
Kalifornia memperkirakan bahwa daur ulang pada setiap negara bagian akan menghemat penyaluran energi untuk 1,4 juta rumah, dan mengurangi 27.047 ton polusi pada air, menyelamatkan 14 juta pohon, dan mengurangi efek emisi gas rumah kaca yang setara dengan 3,8 juta mobil.
Universitas Teknik di Denmark menemukan bahwa aluminium yang didaur ulang menggunakan 95% lebih sedikit energi dibanding alumunium yang tidak didaur ulang, 70% lebih hemat energi untuk plastik, dan 40% lebih untuk kertas.
Dan yang terpenting:
Berubahlah!
Satu hal yang sangat penting di samping lima hal yang dapat kita lakukan di atas adalah keinginan dan motivasi kita sendiri untuk berubah.
Saran-saran di atas tidak akan berarti jika hanya menjadi bahan bacaan tanpa tindakan yang nyata. Kita harus benar-benar mulai mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu mengambil langkah ekstrim untuk langsung berubah hanya dalam semalam bila hal itu terlalu berat bagi kita. Lakukanlah secara bertahap tapi konsisten dengan komitmen kita.
Jadilah contoh nyata bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar kita. Contoh dan praktik yang kita berikan sangat penting untuk menginspirasi banyak orang lainnya untuk berubah pula. Bersuaralah dan beritahu kepada pemerintah, media, keluarga, kerabat, tetangga, sahabat, teman sekolah, rekan kerja, dan masyarakat sekitar untuk menyelamatkan Bumi dari ancaman pemanasan global dan perubahan iklim. Berilah mereka dorongan untuk mencoba pola hidup mulia yang akan menyelamatkan planet kita tercinta ini.
