Menarik, sekaligus menyesakkan. 2 kata ini sangat cocok menggambarkan drama yang terjadi hingga mempertemukan 2 tim, Bayern Muenchen dan Internazionale Milan.
Menarik mengingat pada musim lalu mereka tersingkir lebih awal oleh finalis tahun lalu, Manchester United dan Barcelona. MU menyingkirkan Inter Milan, sedangkan Barcelona mencabik-cabik Bayern Muenchen dengan agregat yang cukup telak juga. Tapi musim ini, Bayern Muenchen dan Inter Milan sama-sama "saling membantu". Bayern Muenchen menyingkirkan MU dengan away goalnya, sedangkan Inter Milan menyingkirkan Barcelona dengan taktik sepakbola negatifnya di Nou Camp. Dan kalimat yang disebutkan terakhir ternyata meyesakkan juga (bagi saya). Bagaimana penampilan gemilang MU dihentikan dengan tendangan first time Robben, pemain baru Muenchen yang terbuang di Real Madrid. Bagaimana Inter Milan memporak-porandakan pertahanan Barcelona dengan trio Milito-Eto'o-Sneidjer, yang kebetulan mereka juga pemain-pemain yang baru dibeli musim ini. Diego Milito dibeli dari Genoa, Eto'o "terbeli" dari hasil tukar guling Ibrahimovic ke Barcelona, dan Sneidjer yang merupakan pemain buangan dari Real Madrid.
Lalu pertanyaannya, siapakah yang akan memenangkan duel di Santiago Bernabeu tanggal 22 Mei nanti?
Muenchen, sebagai tim yang cukup punya tradisi di Liga Champions - sudah 4 kali menggondol pialanya, terakhir tahun 2001, lebih di atas angin daripada Inter Milan yang terakhir menjuarai Liga Champion kalau tidak salah 45 tahun yang lalu. Kedua tim juga mengandalkan kemampuan fisik yang mumpuni, jadi sudah pasti saat final nanti akan menjadi pertarungan yang sangat melelahkan bagi para pemain. Dan, kebetulan atau tidak, pelatih kedua tim, Louis Van Gaal dan Jose Mourinho adalah "alumni" satu klub sepakbola, yaitu Barcelona. Mourinho pernah menjadi asisten pelatih Van Gaal saat Van Gaal masih melatih Barcelona dulu. Tentu sangat menyenangkan bagi mereka berdua dapat bermain di kandang musuh bebuyutan Barcelona, Real Madrid. Adapun kedua tim mempunyai pemain-pemain buangan dari Real Madrid yang kemudian bersinar kembali, yaitu Robben dan Sneidjer. Faktor-faktor ini tentu meyebabkan final di Santiago Bernabeu adalah final di tempat yang benar-benar netral.
Tetap mengingat dalam beberapa tahun terakhir, percaya atau tidak, tim yang dapat mengalahkan Chelsea di babak knockout Liga Champions akan menjadi juara di akhir musim, dan dengan tidak bermainnya Ribery di final nanti, sepertinya spirit tinggi usai mengalahkan juara bertahan sekaligus tim yang diklaim sebagai tim terbaik dunia saat ini, Barcelona, sepertinya tidak akan mengejutkan apabila Inter Milan akan memenangkan pertandingan final nanti untuk melepas kerinduan 45 tahun tanpa gelar prestisius ini.
Kita tunggu saja...
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Minggu lalu...
konsistensi yang tengah terbangun akhir-akhir ini "memaksa" saya untuk rajin menulis..yang jelas terkadangtidak semua tulisan punya hubungan dengan tulisan sebelumnya, juga tulisan ini, mari kita simak saja hasil tulisan saya :)
Hari minggu malam tanggal 21 Maret 2010 waktu Indonesia Barat atau siang waktu setempat, pertempuran di atas lapangan hijau yang sejak awal diprediksi berlangsung dahsyat dan penuh dendam telah selesai digelar. Pertandingan itu tidak lain adalah matchday ke-31 Liga Premier Inggris antara tuan rumah Manchester United melawan Liverpool. MU menurunkan formasi yang sama saat menaklukkan AC Milan 4 gol tanpa balas di leg 2 16 besar Liga Champions lalu. Sedangkan Liverpool menurunkan formasi terbaiknya termasuk kapten Steven Gerrard yang bebas dari hukuman karena diduga menyikut seorang pemain dari pertandingan sebelumnya serta bomber andalan Fernando Torres. Kedua tim juga tengah memiliki moral yang tinggi, karena kedua tim dapat menembus babak 8 besar level Eropa, walaupun tahun ini Liverpool turun kasta. MU juga mengusung misi balas dendam karena telah kalah 3 kali beruntun dari tim yang sama dan dipermalukan 1-4 di kandang sendiri.
Dan pertandingan pun dimulai, dimana MU lebih menguasai pertandingan dengan sedikit bertahan di belakang dan bermain bola-bola pendek yang memanfaatkan lebar lapangan, sedangkan Liverpool yang kurang menguasai bola memilih alur serangan balik cepat dengan mengandalkan kecepatan Torres, Gerrard, dan Dirk Kuyt. Karena terlalu maju dalam bertahan dalam rangka mengurung wilayah Liverpool, sebuah kesalahan umpan pendek yang dilakukan Michael Carrick membentur pemain Liverpool, Lucas, dan bola liar itu diambil alih oleh Gerrard, yang mengirim umpan terobosan cantik kepada Dirk Kuyt yang dengan baik sukses mengangkat bola ke daerah penalty yang disambut sundulan Torres. Proses gol yang sama seperti saat Edin Dzeko berhasil membobol gawang MU di penyisihan Liga Champions lalu, dan juga menghadirkan sedikit kegeraman pada diri Rio Ferdinand, karena gol tersebut mengingatkan mereka akan gol Messi di Olimpico Roma dulu. Semangat MU pun terlecut karena tidak ingin kalah 4 kali beruntun dari rival abadi. MU berada di bawah tekanan. Ji Sung Park, seorang pemain MU asal Korea Selatan, yang biasa beroperasi di sayap kiri pada pertandingan ini kembali diplot oleh Sir Alex Ferguson sebagai gelandang tengah. Jika pada pertandingan melawan Milan bertujuan untuk memblokir kreativitas Andrea Pirlo, kali ini ia ditugaskan memblokir Gerrard. Dalam hal ini Park cukup kesulitan di 8 menit pertama, sehingga ia mencari solusi dengan menjadi penyerang lubang di belakang targetman Wayne Rooney, dan dengan itu ia sukses mengacak pertahanan Liverpool. Karena pergerakan dan stamina yang dahsyat, didukung permainan kelas dunia Fletcher dan visi Carrick, Park berhasil membantu MU mendapat gol setelah skema permainan apik berkahir di kaki Antonio Valencia yang bajunya ditarik oleh Mascherano. Dan Rooney, sebagai algojo utama United musim ini, berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan bola hasil rebound penaltinya yang ditepis Reina. Alur pertandingan pun berubah dan kembali dikuasai MU. Kengototan Liverpool untuk menahan skor hingga pertandingan babak pertama selesai terlihat dari permainan Jamie Carragher, yang menjaga pergerakan Rooney dengan sadis. Sehingga beberapa menit terakhir berlangsung membosankan karena MU tidak dapat mencari celah untuk menembus wilayah Liverpool, sebelum Liverpool mengakhiri permainan dengan mencoba membuat alur serangan yang terpotong peluit wasit.
Di babak kedua, kebosanan masih terasa, karena kedua tim bermain sangat hati-hati. Park kembali membuat peluang dengan dribble cepatnya, saying tembakannya mendarat tepat di pelukan Reina. Serangan sayap Liverpool kembali membuat peluang, saying Torres tidak dapat memanfaatkannya. Rooney pun bergerak mundur mencari bola, dan bola yang ia dapatkan diberikan kepada Fletcher, yang lalu mengirimkan crossing cantik yang disambut diving header berani dari Park Ji Sung, dan gol! Ji Sung Park melakukan apa yang diimpikan jutaan fans MU di dunia, yaitu mencetak gol kemenangan melawan Liverpool! Tapi pertandingan masih berlangsung dan waktu cukup panjang, Liverpool lalu merobak formasi dengan memasukkan Aquilani, Babel, dan Benayoun. Strategi super ofensif dari Liverpool disikapi MU dengan memasukkan pemain berpengalaman mereka Giggs dan Scholes untuk menjaga aliran bola dan menahan serangan Liverpool. Giggs yang sebelum pertandingan menyiratkan bila ia sangat termotivasi di pertandingan ini kurang terlihat kinerjanya akibat cedera cukup panjang. Peluang kembali menghinggapi Liverpool melalui Torres, namun gagal dimaksimalkan dan bola liar tersebut disambar pemain Liverpool lainnya namun berakhir di tangan cekatan kiper van der Sar. Pertandingan pun berakhir dengan bergaungnya Old Trafford, dan applause panjang pantas diberikan kepada 3 pemain, yaitu Rooney yang akhirnya sukses membobol gawang Liverpool setelah tepat 16 jam belum berhasil, Fletcher yang pantas diberikan julukan “big game player” walaupun performanya tidak sehebat saat menaklukkan Arsenal di Old Trafford lalu, dan Ji Sung Park yang performanya dalam 4 pertandingan terakhir sangat mengagumkan dan menjadi bagian penting dari permainan MU.
Lalu apa inti tulisan ini? Persepsi orang pasti macam-macam, tapi saya cuma menyoroti satu hal, yaitu impian fans MU terutama orang native Manchester sana yang selalu bermimpi mencetak gol kemenangan ke gawang Liverpool telah digapai dengan indah oleh Park Ji Sung. John O’Shea, yang tengah cedera sekarang, pernah merasakannya di bulan Maret 2007 di Anfield. Carlos Tevez, Wayne Rooney, Ryan Giggs, Diego Forlan (2 gol), Rio Ferdinand (2 gol), Mikael Silvestre (2 gol), Ole Gunnar Solskjaer, dan The King Eric Cantona pernah merasakannya.
Dari daftar itu, menunjukkan sebenarnya cukup banyak dan hampir tidak ada keistimewaan mencetak gol-gol itu, tapi bagi mereka di sana, seharusnya ekspresi diatas sudah bisa mewakili.
Budi, teruslah bermain bola!

Masih ingatkah anda semua, sebuah iklan dimana Wayne Rooney bersama rekan-rekan satu tim Manchester United belajar bahasa Indonesia...
Ini Budi. Budi bermain bola.
Dengan lidah "inggris" mereka, diejalah 2 kalimat yang tertulis di papan tulis itu. Bagi kita orang Indonesia, hal tersebut terdengar unik dan lucu ketika mereka mengulang ucapan si ibu guru.
Tapi, mereka tersenyum. Seperti ada sesuatu yang aneh ketika mereka mengucapkan kalimat itu. Atau ada sensasi tersendiri yang mereka rasakan. Entahlah..
Dan roda kehidupan pun berputar. Bom mengguncang hotel tempat MU berencana menginap selama di Jakarta (kebetulan Ibrohim, otak pengeboman sendiri telah tewas digerebek Densus 88 di Temanggung). Suasanapun menjadi gelap dan hitam pekat. Tidak jelas lagi.
Tetapi di sana tertulis sebaris huruf yang membentuk kalimat di dasar warna hitam itu.
Budi, teruslah bermain bola.
Lalu siapa yang menulis pesan itu? Rooney? van der Sar? Giggs? atau bahkan Sang bos Sir Alex Ferguson? Who knows? Yang pasti, Rooney dan rekan-rekannya tak lagi berada di ruang kelas untuk membaca. Jangankan ke kelas, ke Indonesia saja tidak mau. Mereka takut Indonesia tidak bisa menjamin keamanan dan keselamatan mereka. Sebuah hal yang wajar. Mereka lebih percaya dengan Malaysia, bahkan mengajak tim Indonesia All-Star untuk bermain di Malaysia saja. Anda sekalian yang mendapat undangan itu, apakah tidak merasa malu? Kalau saya sudah tidak tertahankan malunya dengan mereka-mereka di Malaysia.
Yah, apapun yang terjadi, banyak pesan yang ditinggalkan pada papan iklan di atas.
Pertama, menarik mengapa kreator iklan menggunakan tokoh budi untuk mendapatkan adegan main bola. Mengapa bukan Boas, Bambang atau siapa pemain bola top nasional. Budi memang legendaris. Walaupun sebatas hanya mampu memperkenalkan nama diri sendiri dengan ayah, ibu, kakak dan adiknya saja. Mungkin dengan Budi mulai bermain bola dengan MU maka menjadi langkah awal Indonesia untuk melegenda di pentas dunia.
Kedua, Indonesia teruslah bermain bola saja. Karena memang tak pantas bertanding sepak bola. Kemampuannya hanya sebatas bermain-main bola. Bukan menguasai bola dan mempermainkan si bola bundar hingga menampilkan permainan yang menawan sehingga layak bertanding dengan tim sepak bola dunia. Oleh sebab Indonesia hanya mampu bermain bola, sementara MU maunya bertanding sepak bola. Maka daripada MU terjangkit kelakuan bermain bola hingga menurunkan kualitas mereka, maka pertandingan itu urung dilaksanakan.
Ketiga, hidup terus berlanjut kawan, teruslah semangat. Ini pesan kuat yang saya tangkap, dan semestinya anda juga menangkapnya, bukan menangkap pesan-pesan yang lain di atas. Ada dorongan dan semangat yang dipompakan, agar budi terus bermain bola meskipun bom meneror Indonesia. Tak ada alasan untuk berhenti belajar dan mengasah diri dalam permainan sepak bola. Bahkan bom pun tak semestinya menjadi pemicu patah semangat budi untuk terus maju. Budi, sebagai manifestasi generasi muda Indonesia semestinya segera bangkit dan melanjutkan apa yang menjadi cita-citanya. Karena dengan “terus bermain bola”, terbuka peluang yang lebar, Budi akan menjadi pemain bola top dunia sekelas Wayne Rooney dan pemain MU lainnya.
Kalimat Budi teruslah bermain bola juga semestinya menginspirasi semua orang yang membaca pesan itu, termasuk saya. Bahwa apapun yang terjadi dalam diri kita, semestinya tidak membuat kita patah hati dan kehilangan semangat hidup. Melanjutkan apa yang telah dimulai sampai tujuan akhir perjalanan hidup. Bagi seseorang yang kehilangan bahu yang tak mampu lagi menjadi sandaran atau berbeda dengan sahabatnya. Atau perempuan yang tanpa lelah menunggu senja. Ucok yang yang menanyakan dimana sekolahnya. Atau yang merasakan pahitnya kejujuran. The show must go on! Teruskan hidupmu! Masih banyak cinta dan pengharapan di depan sana.
Tribute To The Champions
memang Barcelona yang menang di Roma, tapi biarkan saya memberikan sedikit penghargaan untuk Manchester United yang telah melewati musim ini dengan manis, walau berakhir pahit...
yuk mari...
maaf sebelumnya klo agak Bandwidth-nya agak besar...hhe
jersey warna biru, dalam rangka mengenang kejayaan MU di masa Sir Mat Busby 40 tahun lalu, tepatnya 29 Mei 1968..(Inspired by Greatness....)

lalu MU sukses meraih gelar EPL ke-10 (gelar Liga Inggris ke 17), sayangnya tidak dirayakan di Old Trafford...(dan masih ada Silvestre dan Pique)
ya, MU sukses meraih gelar Liga Champions ketiga di Moskow setelah van der Sar berhasil menepis penalti pemain Chelsea, Nicolas Anelka..sungguh dramatis!
.jpg)



musim 2008/2009 pun dimulai, dengan digelarnya Community Shield, yang diraih dgn mati2an..

pertandingan menegangkan melawan tim promosi nan sensasional di awal musim, Hull City..
pertandingan yang tak kalah menegangkan melawan Blackburn Rovers di Piala Carling dengan 4 gol Tevez
lalu kita menuju Jepang, untuk meraih gelar Juara Dunia!!
Tahun 2009 pun dimulai untuk melanjutkan ambisi..merebut Piala Carling, Piala FA, Gelar Liga Inggris ke-18 (menyamai jumlah gelar Liverpool), dan Piala Liga Champions ke-4!!
hadangan berat menghadang di pertengahan bulan Januari
Ya!!melawan Chelsea!!
dan menang besar melawan West Bromwich Albion (dimana di musim ini sangat sulit mengulangnya)
kita melaju ke babak 16 besar Liga Champions, dan bertemu jawara Italia, Inter Milan dengan Jose Mourinho-nya...
persaingan pun menjadi sengit, dan tampillah anak muda dari Italia sebagai pahlawan kita...
ya, dia Federico Macheda..tak tanggung-tanggung, dia menjadi pahlawan di 2 pertandingan liga(melawan Aston Villa Sunderland), dan menjauhkan kita dari kejaran Liverpool dengan 6 poin...(dimana kita sempat dipermalukan 1-4 oleh Liverpool...)
menang dramatis melawan Tottenham Hotspur setelah sebelumnya tertinggal 2 gol di Old Trafford, dan dihadang Arsenal di semifinal Liga Champions..
akhirnya...Piala Carling kita raih!!!
3 poin terpenting kita dapatkan saat melawat ke kandang wigan...
Ryan Giggs, pemain terbaik kita versi PFA
dan akhirnya....
gelar Liga ke-18 setelah menahan seri Arsenal..
dan kali ini kita rayakan di Old Trafford!!
Tevez, apa kau benar-benar pergi??
terimakasih buat yang udah ngerelain bandwidth internetnya untuk melihat post ini...
runner up Liga Champions?? ya gak apa-apalah sekali-sekali...kan masih klub terbaik di dunia...gak asik juga kan kalo menang terus?
kita tetap harus bangkit, United!!
Antiklimaks...

Indonesia menangis (lagi)...tapi bukan karena tsunami ataupun bencana2 lain yang tengah mendera bangsa kita...
Ya, mayoritas pengemar sepakbola (notabene fans MU, yang akan diberi hiburan dengan kedatangan tim ini bulan Juli nanti...ya, MU memang kalah segalanya...semua yang digadang-gadangkan sebagai senjata MU menghancurkan Barca ternyata tidak keluar sama sekali...
Indonesia juga patut bersedih, karena 2 calon Presiden nya yang mendukung MU juga bersedih (tapi ini gak penting deh...hahaha)
Oke, drama gladiator baru saja berakhir...banyak cerita (atau drama) yang bisa kita lihat..tapi biarkan pengisi blog ini menulis dari pihak yang kalah ya...hhe
Ambisi meraih 5 gelar sekaligus memang jelas sulit dikejar, kecuali jika anda menjadi seorang manajer di game-game sepakbola ala PC macam FM, FIFA Manager....setelah kalah di semifinal Piala FA lawan Everton (dimana 2 pemainnya itu masuk daftar pemain "terkotor" di Premier League), jelas hanya gelas Liga Champions yang mesti diburu (ya wajar...kalo Liga Inggris kan...***..hhe, ngamuk deh Liverpludian)
siapa lawan yang dihadapi MU? ya hampir terjadi memang final ulangan tahun lalu di Moskow, tapi keajaiban ala "titisan Maradona" dan sentuhan ofensif ala Catalan yang merubah...sejak itu, terbersit di otak saya (gak tau gimana MU Lovers yang lain) klo peluang MU mempertahankan gelar di Roma nanti masih ada...apalagi ketika mendengar berita bahwa di final itu Mu bertindak sebagai tuan rumah dan mengalah untuk tidak menggunakan baju kebesaran "The Red Devils", bukan "The White Devils"...terpikirkan juga awalnya kenapa gak menggunakan seragam warna biru mereka aja, minimal untuk membangkitkan gairah era Sir Matt Busby? (bisa dilihat gambarnya di atas sana...)
entah kutukan atau apa...warna putih bersih yang digunakan MU tidak berkutik melawan hegemoni tim kebanggaan Katalan..Anderson mati langkah dan serba tanggung pergerakannya, Park Ji Sung (patut dibanggakan, karena menjadi pemain Asia pertama yang bermain di final Liga Champions Eropa), serangan Counter Attack yang selalu mati karena perangkap offside, dan ke tidaksigapan defender MU...ya, semua yang sudah dirancang dengan apik oleh mentor yang sangat kaya pengalaman, Sir Alex Ferguson pupus dalam waktu 70 menit saja, karena pertandingan selesai oleh sundulan yang sebenarnya sangat membuat pinggang sakit oleh si "titisan Maradona" Messi..
btw, sebelum resmi dikukuhkan, saya ucapkan selamat untuk Messi, karena saya jamin dia menjadi pemain terbaik Eropa dan Dunia...tidak diragukan lagi...
para penggemar tim2 La Liga ataupun timnas Spanyol patut bangga, karena walaupun hanya mengirim 1 wakil ke semifinal Liga Champions, tapi masih tersisa kejayaan negara itu saat mengangkat supremasi sepakbola Eropa tahun lalu...ya, Piala Eropa 2008 di Austria-Swiss sana..
dan sepertinya bukan kebetulan, tim yang ditaklukkan adalah wakil dari negara yang bahkan tidak bisa menempatkan tim nasional nya di ajang itu, Inggris...
semua seperti sudah diatur...Subhanallah!!
keteguhan hati seorang manusia Katalan bernama Pep Guardiola yang tidak pernah merombak skuad nya dari awal musim alias amat bergantung kepada Trisula Maut H-E-M..ya anda semua tahu lah siapa yang saya maksud..hhe
keteguhan hatinya yang selalu memainkan sepakbola ala Katalan yang selalu mengalir dengan indahnya..tidak peduli siapa lawannya, walaupun itu MU, yang menyandang Gelar Juara Eropa bahkan Dunia !! (yang tidak mungkin tahun ini bakal mereka rebut juga di Jepang nanti)
sebagai selingan..Opa Fergie mau numpang ngucapin beberapa patah kata..alias copas dari web resmi MU nih..hhe
"We started the game well, and we could have been in front,but the (Eto'o) goal was a killer for us. It’s hard getting the ball back off them, because they use it so well. They were the better team on the night. They were two bad goals to lose at this level, Our defence has excelled this season, they’ve been fantastic. But they were two very shoddy goals tonight."
"I don’t think we played as well as we can, but we were playing against a very good side, and we’ve got to give them credit."
tetapi, walaupun kekalahan di final musim ini adalah kekalahan pertama MU di Liga Champions sejak semifinal tahun 2007 lalu (melawan AC Milan, yang tahun depan juga bakal ikut kembali berpartisipasi di Liga ini), Sir Alex tetap memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada anak asuhnya yang telah melewati musim ini dengan sangat sukses..berikut penuturannya..
"We’ve done well. It has been a long season – that’s our 66th game tonight – and you’ve got to give the players great credit for the courage and resilience they’ve shown throughout."
dan kekalahan ini tentu membuat MU yang pulang ke Inggris dengan kepala (yang semestinya) tegak menjadi lebih kuat, seperti penuturan Sir Alex berikut ini...
"Now we have to come back stronger. That’s what we do at this club. We have to accept it, we’ve been beaten by the better team. Next season, we’ll be stronger."
sekian dulu post kali ini
ya mungkin kesannya agak nanggung post ini..hhe
tapi
dari pertandingan itu, jelas ada yang kalah dan ada yang menang, kan...?
jadi, marilah kita ambil pelajaran yang bisa kita serap untuk meneruskan cita-cita bangsa kita, Indonesia...
Good News untuk sesama penggemar Manchester United di Indonesia
Kita sebagai publik sepakbola Indonesia akan terpuaskan dengan kepastian datangnya Manchester United ke Jakarta, pada 24 Juli nanti. kubu Red Devils juga secara resmi memutuskan untuk mendatangkan skuad utamanya dan bertanding melawan Timnas Indonesia.
Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui, setelah berakhirnya musim ini, Manchester United memang sudah merencanakan tur Asia. Negara-negara yang akan dikunjungi pemuncak klasemen Premier League ini adalah Malaysia, China, Korea dan Indonesia.
Adalah Commercial Director Manchester United Richard Arnold yang telah menyatakan bahwa terpilihnya Indonesia sebagai salah satu negara tujuan tur Asia kali ini adalah sebagai bentuk apresiasi United kepada fans di Indonesia. Maklum, Indonesia tercatat sebagai negara kedua terbesar yang memiliki fans United.
Berikut kutipan pernyatannya pada peresmian kerjasama dengan salah satu provider telepon selular yang mensponsori datangnya United ke Indonesia, Selasa lalu,
Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui, setelah berakhirnya musim ini, Manchester United memang sudah merencanakan tur Asia. Negara-negara yang akan dikunjungi pemuncak klasemen Premier League ini adalah Malaysia, China, Korea dan Indonesia.
Adalah Commercial Director Manchester United Richard Arnold yang telah menyatakan bahwa terpilihnya Indonesia sebagai salah satu negara tujuan tur Asia kali ini adalah sebagai bentuk apresiasi United kepada fans di Indonesia. Maklum, Indonesia tercatat sebagai negara kedua terbesar yang memiliki fans United.
Berikut kutipan pernyatannya pada peresmian kerjasama dengan salah satu provider telepon selular yang mensponsori datangnya United ke Indonesia, Selasa lalu,
"Saya terkesan bisa bekerja sama dengan Indonesia. Negara ini punya begitu banyak pendukung setia Manchester United. Tercatat ada 28 juta fans yang berada di Indonesia. Kami akan datang dan bermain di Indonesia."
Keputusan untuk mendatangkan skuad utama Setan Merah dinyatakan langsung oleh Ambassador Global yang juga mantan gelandang United pada era 1980-90, Bryan Robson. Mantan kapten Timnas Inggris ini menyempatkan diri datang ke Indonesia untuk menjelaskan tujuan United ke Indonesia.
Berikut pernyataannya,
Keputusan untuk mendatangkan skuad utama Setan Merah dinyatakan langsung oleh Ambassador Global yang juga mantan gelandang United pada era 1980-90, Bryan Robson. Mantan kapten Timnas Inggris ini menyempatkan diri datang ke Indonesia untuk menjelaskan tujuan United ke Indonesia.
Berikut pernyataannya,
"Semua pemain yang datang adalah pemain inti. Kami sudah memilih Indonesia sebagai bagian dari tur Asia. Saya terkesan dengan Indonesia yang memiliki banyak fans Manchester United."
well, mantap kan????hehehe
sumber: www.okezone.com
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)

