Gayus Tambunan, seorang pegawai pajak yang bisa dibilang "menyakiti" hati masyarakat akibat perilakunya, menumpuk uang sebanyak 30 miliar rupiah (3 juta dollar Amerika lebih). Dari rata-rata gaji pegawai pajak yg memang sudah lebih dari cukup, mencapai nilai sebesar itu tentu mustahil bila baru bekerja 5 tahun. Ternyata oh ternyata, dia punya profesi lain, "makelar" namanya. Dari berbagai sumber, sebelum jabatannya diturunkan menjadi pegawai pajak biasa, ia sempat menjadi pegawai di bagian keberatan pajak. Bagian atau subseksi ini tempat dimana berkumpulnya individu atau perusahaan wajib pajak merasa keberatan membayar pajak yang terlalu besar, entah salah hitung atau apalah alasan lainnya. Jadi bisa dibilang lahan ini "lahan basah", selain orang-orang yang mengurusi bea cukai sana. Kenapa disebut lahan "basah"? Menurut ilmu ekonomi yaitu opportunity cost, terkadang untuk memuluskan tujuan, harus ada sedikit pengorbanan yang dikeluarkan. "Pengorbanan" itu dikeluarkan oleh para keberatan pajak, dan pastinya Gayus serta "Gayus-Gayus" lain kecipratan.
Lalu, benarkah ada "Gayus-Gayus" lain di luar sana? Entahlah, mestinya sudah jadi rahasia umum hal-hal yang baru sedikit dikorek ini. Tunggu saja, dan untuk mereka yang kesal sama Gayus, tahan dulu, karena ia menjadi "pemegang kunci" dari rantai panjang makelar di bidang perpajakan.
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Lupakan saja semuanya!
“Pejabat negara ini pengkhianat semua! Bakar saja semua penghargaan itu, Bu!” itulah telefon dari Bapak Antasar, seorang mantan pejuang bangsa, yang ditayangkan acara Metro Pagi dan ditujukan untuk saudara senasibnya, Ibu Soetarti Soekarno, janda pejuang R. Soekarno..
Beberapa dari kita pasti tidak akan melupakan istilah yang dikobarkan Bung Karno, yakni “Jas Merah”, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Entah dengan motif apa yang diusung oleh mereka yang menuntut rumah pemberian Negara itu (yang akhirnya diakui sebagai rumah dinas milik Perum Pegadaian)
Kemanakah otak mereka? Saya juga tidak tahu. Memang makin lama yang namanya hati nurani makin tidak terdengar suaranya. Dan entah apa lagi bencana yang menimpa bangsa ini karenanya.
Just Do It!
Just Do It, sebuah moto, juga pesan yang diungkapkan oleh Nike, perusahaan ambisius asal Amerika, ya Amerika Serikat yang lebih sering kita hujat karena permainan kotornya.
Menurut anda, anehkah saya membahas Nike, disaat semua orang heboh bahas Century, sebuah permasalahan di dunia moneter yang diseret-seret ke ranah politik? Saya pilih iya, dan juga tidak. Pilihan "ya" dipilih karena saya mencoba melawan arus pemikiran di masyarakat, entah itu doktrinisasi, atau buah pemikiran yg dilakukan para provokator, atau juga manusia-manusia oportunis. Kenapa hal itu saya katakan? Karena sekarang sudah jaman edan, dimana mungkin kejujuran masih ada, tapi mudah tenggelam dan hilang entah ke mana karena berbagai macam kepentingan. Dan saya berani mengatakan bahwa saya tidak ikut campur dengan mereka. Mendengar nama Century aja baru saat beritanya heboh. Lagipula untuk apa lagi ikut campur? Saya ini cuma rakyat biasa.
Pilihan "tidak" dipilih karena tentu kita bosan akan kasus itu, yg entah dirancang oleh siapa sehinga prosesnya menjadi lama. Dan mulailah tulisan ini semakin menyimpang dari tujuan saya menulis sekarang.
Nike, sebelumnya bernama Blue Ribbon Sport itu terinspirasi dari perjuangan keras seorang pelari terkenal di jaman 70'an bernama Steve Prefontaine, yang akhirnya difilmkan pada tahun 1998 dengan judul Without Limits. Yang dikisahkan tentang masa hidupnya saat masih muda di Oregon, lalu belajar di University of Oregon dimana ia terus mengasah kemampuannya bersama pelatih legendaris Bill Bowerman, dimana orang yang disebut terakhir tadi bersama Philip Knight mendirikan Blue Ribbon Sports pada 25 Januari 1964, yang terinspirasi oleh perjuangan Steve Prefontaine, dan kebetulan sepatu terakhir yang digunakannya untuk cross country adalah sepatu pertama yang dibuat oleh Bowerman.
Bila anda masih bingung dengan film ini, saya sarankan cobalah menontonnya. And please learn how American people achieve and appreciate the others.
Semoga kita dapat menemukan pesan dan ilmu dari tulisan tak jelas yang satu ini. Dan mari kita simak dua quotes berikut:
Menurut anda, anehkah saya membahas Nike, disaat semua orang heboh bahas Century, sebuah permasalahan di dunia moneter yang diseret-seret ke ranah politik? Saya pilih iya, dan juga tidak. Pilihan "ya" dipilih karena saya mencoba melawan arus pemikiran di masyarakat, entah itu doktrinisasi, atau buah pemikiran yg dilakukan para provokator, atau juga manusia-manusia oportunis. Kenapa hal itu saya katakan? Karena sekarang sudah jaman edan, dimana mungkin kejujuran masih ada, tapi mudah tenggelam dan hilang entah ke mana karena berbagai macam kepentingan. Dan saya berani mengatakan bahwa saya tidak ikut campur dengan mereka. Mendengar nama Century aja baru saat beritanya heboh. Lagipula untuk apa lagi ikut campur? Saya ini cuma rakyat biasa.
Pilihan "tidak" dipilih karena tentu kita bosan akan kasus itu, yg entah dirancang oleh siapa sehinga prosesnya menjadi lama. Dan mulailah tulisan ini semakin menyimpang dari tujuan saya menulis sekarang.
Nike, sebelumnya bernama Blue Ribbon Sport itu terinspirasi dari perjuangan keras seorang pelari terkenal di jaman 70'an bernama Steve Prefontaine, yang akhirnya difilmkan pada tahun 1998 dengan judul Without Limits. Yang dikisahkan tentang masa hidupnya saat masih muda di Oregon, lalu belajar di University of Oregon dimana ia terus mengasah kemampuannya bersama pelatih legendaris Bill Bowerman, dimana orang yang disebut terakhir tadi bersama Philip Knight mendirikan Blue Ribbon Sports pada 25 Januari 1964, yang terinspirasi oleh perjuangan Steve Prefontaine, dan kebetulan sepatu terakhir yang digunakannya untuk cross country adalah sepatu pertama yang dibuat oleh Bowerman.
Bila anda masih bingung dengan film ini, saya sarankan cobalah menontonnya. And please learn how American people achieve and appreciate the others.
Semoga kita dapat menemukan pesan dan ilmu dari tulisan tak jelas yang satu ini. Dan mari kita simak dua quotes berikut:
"I don't want to win unless I know I've done my best, and the only way I know how to do that is to run out front, flat out until I have nothing left. Winning any other way is chicken-shit." -Steve Prefontaine.
"Running, one might say, is basically an absurd past-time upon which to be exhausting ourselves. But if you can find meaning, in the kind of running you have to do to stay on this team, chances are you will be able to find meaning in another absurd past-time: LIFE." - Bill Bowerman.
Tidak Penting, tapi...
tidak ada yang mau saya tulis hari ini..cuma mengingatkan untuk terus menyimak kinerja pemerintahan, saling menguatkan dan membantu sesama anggota masyarakat Indonesia..
oh ya, bagi yang punya akun Twitter, silahkan follow Bapak Menkominfo kita, pak Tifatul Sembiring di @tifsembiring
mari selamatkan indonesia!!!
halo semuanya..sori banget nih baru balik lagi sekarang...sibuk ikutan forum yang dibuat ama temen gw...kebut2an naikin status..hahaha
btw...makasih klo ada yang doain ujian fisika gw yang lalu..alhamdulillah dapet 43..hahaha...
tapi gw masih bersyukur dapet segitu...gw kira lebih parah lo...dapet 10 dari 100 kali...hahahaha
berhubung udah lama ga posting, boleh kan gw tambah dengan "hal" baru?
baru2 ini gw baru beli bukunya pak amien rais, judulnya "selamatkan indonesia"...belum kelar sih, baru masuk halaman 40-an gtu, tapi karena materinya bagus banget, gw mau ngutip (ato ngerangkum, mohon maaf nih buat pak amien ama penerbit, soalnya sayang banget klo ga dibagi2 ilmunya...)
yang mau gw kutip adalah bagian korupsi paling berbahaya:state capture corruption...
(mungkin bisa dibilang resume kali ya...gw ga nulis mirip2 amat, tapi pokok2nya aja...)
banyak cara yang dilakukan oleh korporat2 internasional berskala besar untuk menaklukkan sebuah negara berkembang, kayak negara kita ini, Indonesia...
pertama, pake caa brutal lewat kekerasan ato militer, sehingga negara berkembang yg dijadiin sasaran bertekuk lutut..terus negara itu dijajah secara fisik n pemerintahan yang dibentuk adalah negara boneka..negara yg masuk kategori ini adalah Afghanistan ama Iraq..
karena Iraq nyimpen cadangan minyak yg banyak banget, perhatian n aksi2 para korporat2 dipusatin ke sana, dengan si Bush junior dijadiin ujung tombaknya dengan berbagai macam dalih n alasan...
kedua, negara sasaran ditaklukin dengan tekanan n ancaman kekerasan.selain itu, mereka (para serigala2 lapar pemegang korporat2)berkeliaran di negara2 sasaran untuk memantau rezim atau pemerintahan negara sasaran bersangkutan apa cukup patuh atau taat n tunduk ama kepentingan korporasi2 besar, atau malah mulai berbahaya karena rezim yang ada mulai mencari jalan sendiri..negara yang masuk kategori ini adalah Meksiko ama Kolombia..,karena gelombang politik di kawasan sana (Amerika Latin) yang menjauh dari pengaruh Washington n ngunggulin kemandirian nasional masih susah masuk ke dua negara di atas..
ketiga, cara yang halus n sama sekali tidak memerlukan ancaman n tekanan, apalagi kekerasan. klo sebuah negara berkembang "sudah pandai mendudukkan diri" menjadi negara pelayan yang patuh, buat apa lagi diintimidasi, ya ga??nah, menurut pak amien rais, negara kita (Indonesia) masuk kategori yang ini...
pasti muncul pertanyaan, lewat jalur apaan sampah2 itu bisa ngejarah sumber daya alam kita di daratan, lautan, n di angkasa???
ada tuh...contohnya satelit Palapa...yang notabene adalah pulau Indonesia di angkasa yg sudah jadi milik Temasek Singapura...
terus gimana mereka bisa nguasaiin ekonomi Indonesia di darat, laut, n angkasa???
nah, mereka nguasain ekonomi (juga politik n pertahanan keamanan ampe batas tertentu sebenernya) kita lewat state-hijacked corruption..ato korupsi yang menyandera negara...
nah..korupsi yang dilakuin kayak gini sebenernya berkaitan erat banget ama kejahatan korporasi...dimana kejahatan ini berimpit ama kejahatan kerah putih...(makin bingung kan lo???)
FYI, pada pertengahan 1990-an diprediksi klo GCP (gross corruption product) kejahatan terorganisir adalah organisasi terkaya nomer 20 di jagat raya...n lebih kaya dari 150 negara berdaulat bahkan...juga ngebentuk 20% perdagangan dunia...
penting banget untuk diinget klo banyak negara berkembang, termasuk Indonesia yang sekalipun udah dapet kemerdekaan, masih dicekam ama neokolonialisme korupsi...artinya, negara2 itu masih aja berkutat ama korupsi masa silam yg dilakuin ama penguasa kolonial!!!!
terus gimana pemecahannya???nah, ini ada beberapa saran dari pak amien rais yg bisa kita2 semua diskusiin bareng2, tentu secara bertanggungjawab, bro!!
dalam membangun masa depan, pada dasarnya ada 6 rujukan fundamental bagi bagsa kita, yaitu:
Bung Karno pernah mengajarkan, for a fighting nation, there is no journey's end. Bagi bangsa pejuang, tidak ada stasiun akhir..
dalam Al-Qur'an bahkan lebih jelas lagi:
"Apabila engkau sudah usai menunaikan sebuah tugas, hendaknya engkau bangkit kembali (menunaikan tugas selanjutnya). Dan hendaknya kepada Tuhanmu, engkau sandarkan semua harapan."(Qur'an 94:7-9).
taken from SELAMATKAN INDONESIA, by Mohammad Amien Rais..
btw...makasih klo ada yang doain ujian fisika gw yang lalu..alhamdulillah dapet 43..hahaha...
tapi gw masih bersyukur dapet segitu...gw kira lebih parah lo...dapet 10 dari 100 kali...hahahaha
berhubung udah lama ga posting, boleh kan gw tambah dengan "hal" baru?
baru2 ini gw baru beli bukunya pak amien rais, judulnya "selamatkan indonesia"...belum kelar sih, baru masuk halaman 40-an gtu, tapi karena materinya bagus banget, gw mau ngutip (ato ngerangkum, mohon maaf nih buat pak amien ama penerbit, soalnya sayang banget klo ga dibagi2 ilmunya...)
yang mau gw kutip adalah bagian korupsi paling berbahaya:state capture corruption...
(mungkin bisa dibilang resume kali ya...gw ga nulis mirip2 amat, tapi pokok2nya aja...)
banyak cara yang dilakukan oleh korporat2 internasional berskala besar untuk menaklukkan sebuah negara berkembang, kayak negara kita ini, Indonesia...
pertama, pake caa brutal lewat kekerasan ato militer, sehingga negara berkembang yg dijadiin sasaran bertekuk lutut..terus negara itu dijajah secara fisik n pemerintahan yang dibentuk adalah negara boneka..negara yg masuk kategori ini adalah Afghanistan ama Iraq..
karena Iraq nyimpen cadangan minyak yg banyak banget, perhatian n aksi2 para korporat2 dipusatin ke sana, dengan si Bush junior dijadiin ujung tombaknya dengan berbagai macam dalih n alasan...
kedua, negara sasaran ditaklukin dengan tekanan n ancaman kekerasan.selain itu, mereka (para serigala2 lapar pemegang korporat2)berkeliaran di negara2 sasaran untuk memantau rezim atau pemerintahan negara sasaran bersangkutan apa cukup patuh atau taat n tunduk ama kepentingan korporasi2 besar, atau malah mulai berbahaya karena rezim yang ada mulai mencari jalan sendiri..negara yang masuk kategori ini adalah Meksiko ama Kolombia..,karena gelombang politik di kawasan sana (Amerika Latin) yang menjauh dari pengaruh Washington n ngunggulin kemandirian nasional masih susah masuk ke dua negara di atas..
ketiga, cara yang halus n sama sekali tidak memerlukan ancaman n tekanan, apalagi kekerasan. klo sebuah negara berkembang "sudah pandai mendudukkan diri" menjadi negara pelayan yang patuh, buat apa lagi diintimidasi, ya ga??nah, menurut pak amien rais, negara kita (Indonesia) masuk kategori yang ini...
pasti muncul pertanyaan, lewat jalur apaan sampah2 itu bisa ngejarah sumber daya alam kita di daratan, lautan, n di angkasa???
ada tuh...contohnya satelit Palapa...yang notabene adalah pulau Indonesia di angkasa yg sudah jadi milik Temasek Singapura...
terus gimana mereka bisa nguasaiin ekonomi Indonesia di darat, laut, n angkasa???
nah, mereka nguasain ekonomi (juga politik n pertahanan keamanan ampe batas tertentu sebenernya) kita lewat state-hijacked corruption..ato korupsi yang menyandera negara...
nah..korupsi yang dilakuin kayak gini sebenernya berkaitan erat banget ama kejahatan korporasi...dimana kejahatan ini berimpit ama kejahatan kerah putih...(makin bingung kan lo???)
FYI, pada pertengahan 1990-an diprediksi klo GCP (gross corruption product) kejahatan terorganisir adalah organisasi terkaya nomer 20 di jagat raya...n lebih kaya dari 150 negara berdaulat bahkan...juga ngebentuk 20% perdagangan dunia...
penting banget untuk diinget klo banyak negara berkembang, termasuk Indonesia yang sekalipun udah dapet kemerdekaan, masih dicekam ama neokolonialisme korupsi...artinya, negara2 itu masih aja berkutat ama korupsi masa silam yg dilakuin ama penguasa kolonial!!!!
terus gimana pemecahannya???nah, ini ada beberapa saran dari pak amien rais yg bisa kita2 semua diskusiin bareng2, tentu secara bertanggungjawab, bro!!
- secepat n secermat mungkin kita siapin kepemimpinan nasional alternatif..yang ga asal buat, jadinya kudu punya mentalitas yang bebas, merdeka,n mandiri. jangan sampe pemimpin pasca 2009 ntar masih punya mentar inlander, masih jadi kacung2 korporat2 n negara2 maju yg ga berani angkat kepala buat ngadepin lingkaran kepentingan korporatokrasi yang kapital n eksploitatif...
- pemimpin alternatif itu harus dibuat sebanyak mungkin diisi ama tokoh2 muda usia yang berwawasan nasional n internasional...sekaligus kepemimpinan kolektif yg mencerminkan berbagai elemen bangsa, bersifat lintas suku, profesi, agama, partai politik, pengalaman, atopun latar belakang sosial ekonomi..
- unsur2 pemimpin alternatif juga mesti paham bahwa kekuasaan adalah amanat rakyat yang harus ditunaikan dengan kejujuran n kerja keras.
- pemimpin alternatif juga kudu segera mengampanyekan pentingnya menancapkan kembali kemandirian nasional.
- kita harus membuka diri n kerja sama dengan negara lain, tentu ga bisa dihindarin kan dalam pergaulan internasional??akan tetapi itu semua kita lakuin dalam kesetaraan, kesederajatan, kesejajaran, n dibangun atas dasar saling nguntungin..kita ga boleh lagi sekedar jadi bangsa pelayan yg melayani kepentingan korporasi-korporasi gede yg bertindak kayak majikan itu..
- pemimpin baru harus berenti menjadi bagian ga terpisahkan dari state capture corruption, yg jelas2 menjerumuskan Indonesia ke lembah kemiskinan, n keterbelakangan multi-dimensi..STATE CAPTURE CORRUPTION adalah THE CRUX OF THE INDONESIAN PROBLEM!!!!kita harus berani mengamputasi korupsi itu dengan segala resiko yg harus dipikirkan bersama2...
- pemimpin alternatif kita harapkan jangan berlagak pilon atau malah ga mau tau persoalan mendasar bangsa..jangan kayak orang yg nyari cincin yang ilang seharian di halaman rumahnya, tapi pas ditanya ama tetangga dimana hilangnya, malah dijawab hilang di dalem rumah...letak korupsi yang paling ganas itu udah cukup jelas..jangan pura2 ga tau..
- sangat diperlukan ekonom2 tangguh ke dalam keanggotaan KPK..emang masyarakat menilai kinerja KPK sudah lumayan, tapi ampe sekarang belum pernah ngejar kejahatan ekonomi yg pada dasarnya adalah korupsi brskala raksasa lewat berbagai legislasi n keputusan2 politik, sehingga KPK benar2 akan punya pamor dan otoritas juga wibawa besar bila mulai berani ngusut kejahatan ekonomi yg paling bersalah nyengsarain rakyat Indonesia..
- seluruh kontrak kerja sama di bidang migas juga kontrak karya di bidang non-migas mesti ditelaah lagi secara jujur n rasional..renegosiasi ke semua kontrak2 itu yg jelas ngerugiin bangsa mesti dilakukan segera...
- Pacta sunt survanda emank harus dihormati, tapi klausul rebus sic stantibus ga boleh dilupain..intinya, kepentingan korporasi asing ga boleh mengungguli kepentingan bangsa..
- dengan alasan memelihara lestarinya lingkungan kita, Indonesia mestinya menghentikan secara sepihak kegiatan korporasi asing yg ngelakuin pembunihan lingkungan selama nambang kekayaan alam Indonesia...perusahaan asing yg nyata2 ngerusak dapat dikenakan debt ato hutang ke Indonesia..n adanya pajak, royalti, juga pembagian keuntungan yg didapet Indonesia pasti ga cukup untuk membangun kembali lingkungan...gimana cara nanganin masalah ini adalh agenda mendesak bagi pemimpin mendatang...
- pemimpin laternatif mesti berani membuat arbitrase nasional khusus untuk menyelesaikan konflik yg muncul antara Indonesia dengan berbegai korporasi asing..China aja bisa, mengapa Indonesia enggak???
- peninjauan ulang terhadap semua HPH ga bisa ditunda..contohnya si Adelin Lis, tersangka pembalakan hutan di Riau yg ngerugiin negara 220 TRILIUN RUPIAH diLE{AS BEGITU AJA!!!!alesannya, dia dengan 2 perusahaannya membabat HABIS hutan di wilayah HPH yg dia punya...ini juga salah satu yg mesti dijadikan agenda mendesak pemimpin mendatang...mereka harus diberi sanksi tegas n lugas, klo perlu dikejar sampe ujung bumi..TANPA KOMPROMI!!
- pencurian pasir laut milik kita yg dijual ke Singapura lewat pengeruk asing mesti dibasmi, sekali n untuk selamanya...
- ngilangin penyakit kecanduan utang termasuk agenda yg sangat mendesak..dalam hal ini mesti diusahakan pembuatan APBN dengan built-in deficit seminimal mungkin..
- pemimpin alternatif pasca 2009 harus berenti nyanyi lagu2 palsu tentang nasib petani..
- seluruh UU yg bersifat strategis n jelas2 ngerugiin untuk bangsa kita mesti dikaji ulang juga diganti dengan UU yg lebih menjamin kepentingan bangsa..
- diharapkan DPR di masa depan mesti punya motivasi n orientasi tunggal, yaitu membela bangsa sendiri..godaan u.f.e (unidentified flying ENVELOPES) yg berisi cheque ato uang yg merusak niat tulus para wakil rakyat harus ditepis dengan tegas..
- sebaiknya pers sebagai the fourth estate selalu siap ambil alih peran DPR sebagai kontrol sosial bila DPR telalu lemah memperjuangkan kepentingan rakyat..
- diingatkan juga bahwa konspirasi eksekutif-legislatif terlihat dalam membuat legislasi juga keputusan politik yang merupakan pesanan korporasi asing..konspirasi jahat itu dijalanin lewat berbagai lembaga finansial internasional seperti IMF, BANK DUNIA, ASIAN DEVELOPMENT BANK, economic hit men dan economic jackals internasional..mereka adalah musuh besar bangsa..disinilah kita rasakan kebenaran kata2 Bung Karno: "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."
- renegosiasi pembayaran utaang luar negeri harus dilakukan, dengan menimbang bahwa selain sebagian dari utang2 itu merupakan hutang najis, juga bila dihitung lagi, seleuruh cicilan yg telah dibayar udah jauh melampaui jumlah utang yang pernah diambil...n contoh negara yg berhasil meminta hair cut terhadap utang luar negeri mereka adalah Nigeria dan Pakistan...selain itu juga mesti dilakukan revisi atas komitmen kita yg berlebihan dalam dunia internasional, terutama WTO..
- pemimpin alternatif mesti berani merombak TOTAL kebijakan ekonomi Indonesia menjadi kebijakan yang pro-rakyat dan pro-pelaku usaha dalam negeri..
- pemimpin mendatang juga mengemban agenda reformasi yang masih terbengkalai, yaitu penegakan hukum tanpa diskriminasi..
- untuk membuat cetak biru baru pembangunan ekonomi baru kita, dapat dikerjakan oleh anak2 bangsa yg punya kecakapan akademis juga pragmatis demi perbaikan nasib dan masa depan bangsa..
dalam membangun masa depan, pada dasarnya ada 6 rujukan fundamental bagi bagsa kita, yaitu:
- lagu kebangsaan kita..
- sang saka merah putih
- bahasa pemersatu kita, bahasa Indonesia
- semboyan nasional kita, Bhinneka Tunggal Ika, Keberagaman dalam Persatuan..
- TNI dan POLRI kita, kenapa??karena TNI dan POLRI kita yg berdiri di atas semua kelompok juga golongan akan menjadi salah satu perekat nasional yang sangat kuat, dan terakhir...
- PANCASILA sebagai dasar dan falsafah negara kita...
Bung Karno pernah mengajarkan, for a fighting nation, there is no journey's end. Bagi bangsa pejuang, tidak ada stasiun akhir..
dalam Al-Qur'an bahkan lebih jelas lagi:
"Apabila engkau sudah usai menunaikan sebuah tugas, hendaknya engkau bangkit kembali (menunaikan tugas selanjutnya). Dan hendaknya kepada Tuhanmu, engkau sandarkan semua harapan."(Qur'an 94:7-9).
taken from SELAMATKAN INDONESIA, by Mohammad Amien Rais..
Langganan:
Postingan (Atom)