Saat itu, aku baru masuk kuliah saat bertemu dengan Keluarga White.
Mereka sangat berbeda dengan keluargaku, namun aku langsung
merasa betah bersama mereka.
Aku dan Jane White berteman di sekolah, dan keluarganya
menyambutku, yang notabene orang luar, layaknya sepupu jauh.
Dalam keluargaku, jika ada masalah, menyalahkan orang itu selalu penting.
'Siapa yang melakukan ini?' ibuku membentak melihat
dapur berantakan.
'lni semua salahmu, Katharine,' ayahku berkeras
jika kucing berhasil keluar rumah atau mesin cuci piring rusak.
Sejak kami kecil, aku dan saudara-saudaraku saling mengadu.
Kami menyiapkan kursi untuk si Terdakwa di meja makan.
Tapi Keluarga White tidak mencemaskan siapa berbuat apa.
Mereka merapikan yang berantakan dan melanjutkan hidup mereka.
lndahnya hal ini kusadari penuh pada musim panas ketika Jane meninggal.
Keluarga White memiliki enam anak: tiga lelaki, tiga
perempuan. Satu putranya meninggal saat masih kecil, mungkin karena
itulah kelima yang tersisa menjadi dekat.
Di bulan Juli, aku dan tiga putri White memutuskan
berjalan-jalan naik mobil dari rumah mereka di Florida ke New York .
Dua yang tertua, Sarah dan Jane, adalah mahasiswa, dan yang
terkecil, Amy, baru menginjak enam belas tahun.
Sebagai pemilik SIM baru yang bangga, Amy gembira ingin
melatih keterampilan mengemudinya selama perjalanan itu.
Dengan tawanya yang lucu, ia memamerkan SIM-nya kepada
siapa saja yang ditemuinya.
Kedua kakaknya ikut mengemudikan mobil pada bagian pertama perjalanan,
tapi saat mereka tiba di daerah yang berpenduduk jarang, mereka
membolehkan Amy mengemudi.
Di suatu tempat di South Carolina , kami keluar dari jalan
tol untuk makan.
Setelah makan, Amy mengemudi lagi. Ia tiba di perempatan
dengan tanda stop untuk mobil dari arah kami. Entah ia gugup atau tidak
memperhatikan atau tidak melihat tandanya tak akan ada yang tahu.
Amy terus menerjang perempatan tanpa berhenti.
Pengemudi trailer semi-traktor besar itu tak mampu mengerem
pada waktunya, dan menabrak kendaraan kami.
Jane langsung meninggal. Aku selamat hanya dengan sedikit memar.
Hal tersulit yang kulakukan adalah menelepon Keluarga White
dan memberitakan kecelakaan itu dan bahwa Jane meninggal.
Sesakit apa pun perasaanku kehilangan seorang sahabat, aku
tahu bagi mereka jauh lebih pedih kehilangan anak.
Saat suami-istri White tiba di rumah sakit, mereka
mendapatkan dua putri mereka di sebuah kamar.
Kepala dibalut perban; kaki Amy digips.
Mereka memeluk kami semua dan menitikkan air mata duka dan
bahagia saat melihat putri mereka.
Mereka menghapus air mata kedua putrinya dan menggoda Amy
hingga tertawa sementara ia belajar menggunakan kruknya.
Kepada kedua putri mereka, dan terutama kepada Amy,
berulang-ulang mereka hanya berkata, 'Kami gembira kalian masih hidup.'
Aku tercengang.
Tak ada tuduhan.
Tak ada tudingan.
Kemudian, aku menanyakan Keluarga White mengapa mereka tak
pernah membicarakan fakta bahwa Amy yang mengemudi dan melanggar
rambu-rambu lalu lintas.
Bu White berkata, 'Jane sudah tiada, dan kami sangat merindukannya.
Tak ada yang dapat kami katakan atau perbuat yang dapat
menghidupkannya kembali.
Tapi hidup Amy masih panjang. Bagaimana ia bisa menjalani
hidup yang nyaman dan bahagia jika ia merasa kami menyalahkannya atas
kematian kakaknya?'
Mereka benar. Amy lulus kuliah dan menikah beberapa tahun
yang lalu. Ia bekerja sebagai guru sekolah anak luar biasa.
Putrinya sendiri sudah dua, yang tertua bernama Jane.
Aku belajar dari Keluarga White bahwa menyalahkan
sebenarnya tidak penting.
Bahkan, kadang-kadang, tak ada gunanya sama sekali.
Menyalahkan sebenarnya tidaklah penting
Tuhan menciptakan kejahatan???
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap."
"Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya diruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
Salam Perpisahan (Based on Chrisye's Song)
Kawan, adakah kalian mengerti
Tapi, aku sadari kembali
Ternyata semua hanyalah khayal diri
Kini aku tahu , hal itu tak mungkin lagi
pesan dari rakyat
Utang RI Capai Posisi Terbesar Dalam Sejarah
Demikian disampaikan Ketua Tim Indonesia Bangkit, Rizal Ramli dalam Jumpa Pers di Hotel Bumi Karsa, Jakarta, Selasa (1/4/2009).
Ia menjelaskan, dalam lima tahun terakhir jumlah utang Indonesia meningkat sebesar 31 persen dari Rp 1.275 triliun pada Desember 2003 menjadi Rp 1.667 triliun pada bulan Januari 2009 atau naik kurang lebih sebesar Rp 392 triliun.
"Itu menempatkan Indonesia pada rekor utang terbesar sepanjang sejarah," tegasnya.
Sementara itu, Rizal juga mengatakan jumlah utang per kapita Indonesia pun meningkat. Jika pada 2004 utang per kapita Indonesia sekitar Rp 5,8 jutan per kepala, maka pada Februari 2009 melonjak jadi Rp 7,7 juta per kepala.
"Kan aneh, data TIB menunjukkan utang naik, kok berani-beraninya pemerintah bikin iklan utang turun," katanya.
Indonesia Percuma Datang Ke G-20
Tim Indonesia Bangkit (TIB) juga menilai kedatangan Indonesia di G-20 bisa sia-sia jika tidak membawa kepentingan ekonomi khusus bagi Indonesia sendiri.
"Percuma saja jika Indonesia di G-20 tidak membawa sebuah agenda khusus yang mengutamakan perekonomian di Indonesia, semua akan sia-sia," ujar ekonom TIB Hendry Saparini dalam kesempatan yang sama.
Menurut Hendry, jika kehadiran Indonesia hanya memperkuat peran IMF dan Bank Dunia serta membuka lebar pintu perdagangan bebas maka sama saja hal itu akan merugikan Indonesia karena dampak dari perdagangan bebas tersebut akan menjatuhkan industri lokal karena pasar akan dibanjiri oleh produk impor.
"Rugi bila kita tidak membawa suatu agenda yang tidak membahas kepentingan ekonomi kita, namun hanya mengurusi IMF dan Bank Dunia," jelasnya.
"Kita jangan mau dibodoh-bodohi. Selama ini negara-negara maju tidak pernah membuka luas pintu perdagangan bebas. Kalau Indonesia tidak berani memperjuangkan kepentingan ekonominya ya percuma aja berada di sana," tuturnya.
Detik finance
Lima Langkah Darurat untuk Menyelamatkan Bumi dari Perubahan Iklim
Bagaimana Kita Dapat Membantu?
Kita mengetahui bahwa untuk menghentikan pemanasan global tidak mungkin dilakukan oleh seorang diri tetapi harus dilakukan melalui kerja sama semua orang. Tetapi walau bagaimanapun, mulailah dari diri kita sendiri, jadilah pahlawan lingkungan dan penyelamat bumi di saat yang kritis ini. Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk menghentikan perubahan iklim.
1. Selamatkan Kehidupan dan Planet dengan Menghentikan Konsumsi Daging
Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) telah membuka mata dunia, industri peternakan merupakan penyebab utama pemanasan global. Industri peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca sebesar 18 persen, jumlah ini melebihi gabungan emisi dari seluruh transportasi di dunia seperti motor, mobil, truk, pesawat, kapal, kereta api, helikopter yang menyumbang 13 persen gas rumah kaca atau pembangkit listrik di seluruh dunia yang menyumbangkan 11 persen gas rumah kaca. PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 saja, padahal industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan air bersih. Peternakan melepaskan 9 persen karbon dioksida, 37 persen gas metana (mempunyai efek pemanasan 72 kali lebih kuat dari CO2dalam 20 tahun pertama dan 23 kali lebih kuat dari CO2 dalam 100 tahun). Secara keseluruhan, sekitar 86 juta ton metana dihasilkan dari sistem pencernaan sapi dan kambing, dan 18 juta ton lagi berasal dari kotoran ternak yang menyumbang 65 persen dinitrogen oksida (mempunyai efek pemanasan 298 kali lebih kuat dari CO2), serta 64 persen amonia penyebab hujan asam.
Peternakan juga menjadi penggerak utama dari penebangan hutan. Diperkirakan 80 persen bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Setiap tahunnya, industri peternakan menghasilkan emisi 2,4 miliar ton CO2. Di luar itu, peternakan menyita 30% dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi dan 33% dari area tanah yang subur dijadikan ladang untuk menanam pakan ternak.
Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet yang berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya! Seorang vegetarian yang mengendarai SUV Hummer masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan daging yang mengendarai sepeda!
2. Hemat Energi dan Hemat Sumber Daya Alam
Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain. Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini termasuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan bakar fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya.
Matikan alat elektronik dari sumbernya atau tekan steker sampai lampunya mati, jangan biarkan alat elektronik dalam keadaan standby. Jangan biarkan kran, tempat penampungan air, tabung toilet mengalami kebocoran, sehingga air menetes keluar terus selama 24 jam, selain memboroskan sumber air yang berharga juga memboroskan uang Anda. Pergunakan peralatan listrik yang hemat energi, seperti lampu, rice cooker, TV, AC, dan peralatan listrik lainnya. Matikan lampu apabila pencahayaan dari luar masih terang, atau saat kita sedang tidak berada di dalam ruangan, maksimalkan pencahayaan dari matahari, buka tirai jendela, pergunakan cat berwarna cerah di dalam rumah. Jangan membuka pintu lemari es terlalu lama karena setiap kali pintu lemari es dibuka maka diperlukan tarikan listrik yang tinggi untuk mendinginkan kembali suhunya, potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil, karena ukuran makanan yang kecil akan cepat matang dan menggunakan energi lebih sedikit. Gunakan kertas secara bolak-balik untuk mengurangi pembabatan hutan. Dan yang terpenting, hindari kantong plastik, bawa tas sendiri.
3. Menanam Pohon dapat Memberi Manfaat bagi Bumi Kita
Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke udara sebagai CO2.
Dua tahun setelah menanam pohon muda yang berkayu keras, ilmuawan Universitas Lousiana Tech, menemukan bahwa pada setiap 4050 m2 dari hutan yang ditanami dapat menyerap cukup banyak karbon dari mobil yang berjalan selama satu tahun.
Sebuah studi oleh Dinas Kehutanan AS memperlihatkan bahwa dengan menanam 95.000 pohon pada dua wilayah bagian di ibukota Chicago telah memberikan udara yang lebih bersih dan akan menghemat $38 juta selama lebih dari 30 tahun sesuai untuk penurunan panas dan biaya pendingin.
Hutan mempunyai peranan yang sangat penting. Jika kita mempunyai hutan, maka itu berarti kita mempunyai senjata ekstra untuk memerangi perubahan iklim.
4. Kurangi Emisi Transportasi dan Beralih ke Energi Alternatif
Usahakan menggunakan transportasi massa daripada memiliki mobil sendiri yang selain boros biaya BBM, juga menghindari kemacetan di jalan, biaya parkir, asuransi, dan biaya pemeliharaan mobil. Berangkat atau pulang kerja secara berbarengan dengan rekan-rekan sekantor dalam satu mobil yang searah, sehingga bisa berbagi biaya perjalanan dengan mereka.
Apabila jarak rumah ke kantor atau tempat kerja dekat dan bisa ditempuh dengan naik sepeda, lebih baik menggunakan sepeda yang selain menghemat biaya perjalanan juga baik untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Saya berusaha untuk menggunakan sepeda untuk pergi ke tempat kerja sesering yang saya bisa untuk menghemat energi.” - Margot Wallstrom, Wakil Presiden dari Komisi Uni Eropa.
Apabila memakai mobil sendiri, pergunakan mobil yang hemat bahan bakar atau bahkan beli mobil hibrida jika Anda mampu.
5. Daur Ulang dapat Membawa Perubahan
Kalifornia memperkirakan bahwa daur ulang pada setiap negara bagian akan menghemat penyaluran energi untuk 1,4 juta rumah, dan mengurangi 27.047 ton polusi pada air, menyelamatkan 14 juta pohon, dan mengurangi efek emisi gas rumah kaca yang setara dengan 3,8 juta mobil.
Universitas Teknik di Denmark menemukan bahwa aluminium yang didaur ulang menggunakan 95% lebih sedikit energi dibanding alumunium yang tidak didaur ulang, 70% lebih hemat energi untuk plastik, dan 40% lebih untuk kertas.
Dan yang terpenting:
Berubahlah!
Satu hal yang sangat penting di samping lima hal yang dapat kita lakukan di atas adalah keinginan dan motivasi kita sendiri untuk berubah.
Saran-saran di atas tidak akan berarti jika hanya menjadi bahan bacaan tanpa tindakan yang nyata. Kita harus benar-benar mulai mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu mengambil langkah ekstrim untuk langsung berubah hanya dalam semalam bila hal itu terlalu berat bagi kita. Lakukanlah secara bertahap tapi konsisten dengan komitmen kita.
Jadilah contoh nyata bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar kita. Contoh dan praktik yang kita berikan sangat penting untuk menginspirasi banyak orang lainnya untuk berubah pula. Bersuaralah dan beritahu kepada pemerintah, media, keluarga, kerabat, tetangga, sahabat, teman sekolah, rekan kerja, dan masyarakat sekitar untuk menyelamatkan Bumi dari ancaman pemanasan global dan perubahan iklim. Berilah mereka dorongan untuk mencoba pola hidup mulia yang akan menyelamatkan planet kita tercinta ini.
Kan beda RT, makanya harus bikin yang baru...
PNS #2: "OK mbak, account emailnya apa yah?"
PNS #1: "xxxxx@xx.xx"
PNS #2: "Wah, ga bisa nih mbak. Udah pernah di daftarin ya sebelumnya?"
PNS #1: "Iya sih, udah pernah. Tapi kan waktu itu di komputer yang di sebelah sana."
Good News untuk sesama penggemar Manchester United di Indonesia
Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui, setelah berakhirnya musim ini, Manchester United memang sudah merencanakan tur Asia. Negara-negara yang akan dikunjungi pemuncak klasemen Premier League ini adalah Malaysia, China, Korea dan Indonesia.
Adalah Commercial Director Manchester United Richard Arnold yang telah menyatakan bahwa terpilihnya Indonesia sebagai salah satu negara tujuan tur Asia kali ini adalah sebagai bentuk apresiasi United kepada fans di Indonesia. Maklum, Indonesia tercatat sebagai negara kedua terbesar yang memiliki fans United.
Berikut kutipan pernyatannya pada peresmian kerjasama dengan salah satu provider telepon selular yang mensponsori datangnya United ke Indonesia, Selasa lalu,
Keputusan untuk mendatangkan skuad utama Setan Merah dinyatakan langsung oleh Ambassador Global yang juga mantan gelandang United pada era 1980-90, Bryan Robson. Mantan kapten Timnas Inggris ini menyempatkan diri datang ke Indonesia untuk menjelaskan tujuan United ke Indonesia.
Berikut pernyataannya,
Suara Jeritan rakyat menjelang Pemilu
kita harus pinter2 mau di bawa kemana indonesia ini..
saya lupa tepatnya tanggal berapa, yang jelas baru-baru ini, acara ini di hadiri 3 partai besar, PDI-Perjuangan, P.Demokrat, dan P.Golkar
dengan topik BLT sebagai money politic..
PDI-P terlihat sangat ngotot di acara ini
mereka berargumen bahwa program BLT itu hanyalah akal-akalan SBY saja agar rakyat tetap memilih dia..
dan melalui press conference-nya
Megawati menyebutkan bahwa program "BLT itu cuma buat rakyat miskin gak ada harga dirinya.." dan BLT cuma buat rakyat supaya milih SBY pas pemilu besok..
dan SBY langsung membalas dgn mengeluarkan pernyataan
"Pemerintah mengeluarkan program BLT demi rakyat, dan BLT tidak asal diturunkan tanpa pikir panjang,, kita ambil contoh negara2 maju seperti Australia n Amerika saja tetap mengeluarkan kebijakan itu..
SBY menyebutkan tidak hanya BLT, melainkan adanya program2 yg sangat membantu rakyat Indonesia seperti dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah),Kredit untuk usaha kecil menengah, dan masih banyak lagi..
PDI-P menyebutkan program itu telah gagal,,
namun apa tanggapan rakyat Indonesia???
97% rakyat miskin sangat puas akan adanya program BLT ini..
karena sangat membantu mereka dalam menghadapi ekonomi yg semakin sulit ini...
well, walaupun kredibilitas survei di Indonesia ini masih harus dipertanyakan, tetap saja angka sebesar itu cukup untuk dijadikan indikator
Megawati yg selalu menyebutkan PDI-P sebagai partai nya wong CILIK..
tapi kenapa ya BLT yg sudah membantu banyak wong cilik malah dilarang dan juga dikecam????
apa karena sudah menjelang PEMILU dan PDIP panik karena wong cilik memilih pindah ke P.Demokrat?????
dari sini saja sudah keliatan mana yg pro rakyat dan yg kontra rakyat...!!!
tim FM2008 saya di 2011

Lapisan cat mobil yang bisa menghilangkan lecet/baret di mobil secara OTOMATIS!
Beli mobil apapun-termasuk yang pake logo kuda jingkrak seperti di sebelah ini, pasti rawan banget kena baret kalo sedang dalam perjalanan, ya minimal ada orang iseng yang ngiri dengan mobil anda..hahahaSatu hal kekurangannya. Lapisan ini tidak akan bisa menghilangkan lecet/ baret pada titik yang sama dimana sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh lapisan ini.
Lapisan cat ini sedang terus dikembangkan oleh University of Southern Mississippi di Hattiesburg. Gimana?
sumber: www.otakku.com
belajar mengkritik kritik...
Itu sama saja dengan "menelan ludah sendiri"....kasihan sekali..
Saya bukannya mendukung pemerintah juga, ya karena tidak ada yang sempurna di atas muka Bumi ini..
tapi bolehlah kita menyimak tanggapan dari Presiden kepada-menurut saya-oposisi yang belum mengerti apa itu oposisi...
"Mari berkaca. Kalau di kaca itu sudah tampak baik, baru boleh mengkritik orang lain. Jangan sedikit-sedikit mengkritik dan mencaci-maki. Itu akan melukai diri sendiri"
sekian saja tulisan dari saya kali ini, mohon maaf apabila ada yang tersinggung dengan tulisan saya, karena saya hanya memberi pendapat saya saja,
dan sebuah produk olahraga, Nike, telah memberi inspirasi bagi saya dan juga bangsa ini untuk terus maju ke depan, bukan malah mengungkit-ungkit masalah di belakang dan tumbuh jadi bangsa yang tidak pernah belajar..
silahkan disimak video dari Youtube berikut ini
http://www.youtube.com/watch?v=HjcZNR6MiRE
Jangan Pernah Menunda
Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."
Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.
Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.
Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku capek , besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.
Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.
Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.
Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cinta kamu", istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya.Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.
Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand,dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya.Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu…."Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata dipipinya.
Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah
berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh. Jadi, apapun aktifitas anda, jangan pernah ditunda..(menjadi bahan introspeksi bagi saya juga)
Hadits tentang wanita
peluru BlackBerry tunjukkan kepada Apple siapa bos-nya!!!hahahahaha
Apple, dahsyatlah pokoknya!!hahaha
IP(K) dan Kesempatan Kerja
Sementara Kompas edisi Sabtu, 20 Mei 2006 menulis, ”Per Februari 2005, dari 155,5 juta angkatan kerja, 10,85 juta adalah pengangguran terbuka. Padahal, per Agustus 2000, dari 95,70 angkatan kerja, “hanya” 5,87 juta yang merupakan pengangguran terbuka.”
Nah, seharusnya (menurut saya, dan banyak orang di luar sana yang berpendapat)..
Idealnya, kampus seharusnya bisa membangun linkage yang ideal antara lulusan sekolah menengah dengan lapangan pekerjaan di dunia nyata. Bagi top-tier business school di dunia, ini bukan masalah. Mayoritas lulusan kerja mereka sukses dan mendapatkan pekerjaan dengan gaji 2-3 kali dari jumlah yang mereka investasikan untuk kuliah di business school tersebut.
Bagaimana di Indonesia?
Sayang sekali, di Indonesia, gap tersebut terasa begitu kentara. Ijazah sarjana tidak lagi sakral saat ini. Hal ini juga didukung fakta bahwa banyak perguruan tinggi negeri yang membuka kelas diploma, program ekstensi/swadaya, kelas malam, fast-track program, dan seterusnya. Perguruan tinggi swasta juga bermunculan tak kalah banyaknya. Akibatnya, ijazah sarjana semakin mudah (walau belum tentu murah) diperoleh. Kondisi ini masih diperparah dengan perguruan tinggi “biasa-biasa saja” yang mengobral nilai, sementara perguruan tinggi top justru dipenuhi dosen killer yang sulit memberi nilai A. Bahkan, ijazah palsu sudah ada orang yang ahli membuatnya..
Selain dituntut menjadi linkage yang kokoh, kampus juga selayaknya bisa menjadi inkubator bisnis yang kuat. Apakah anda tahu Sun Microsystems adalah kepanjangan dari Stanford University Network, ya karena memang perusahaan ini memulai bisnisnya dari lingkungan kampus. Dan satu lagi, Google dan Yahoo!, juga lahir dari kampus. Malah, Google adalah hasil dari proyek disertasi kedua pendirinya. Baik Google, Yahoo!, atau Sun Microsystems, masing-masing telah bertumbuh menjadi perusahaan besar dengan tingkat profitabilitas yang tidak terbayang bagi kita.
Seharusnya seperti itulah kampus bergerak, selain menjadi linkage bagi lapangan pekerjaan di dunia nyata, juga bisa menjadi inkubator yang hebat. Tanpa membunuh spirit dan mengekang kebebasan berpikir siswa didiknya. Sayangnya, Indonesia ini belum memiliki perguruan tinggi yang cukup mumpuni untuk menjadi inkubator bisnis yang handal (walaupun sudah ada beberapa yang bergerak menuju ke sana).
Dari situlah saya coba menyusun beberapa intisari berikut. Tujuannya apa? Mohon maaf saja apabila saya terkesan sok banget, ya tapi tujuannya apalagi selain agar kita mencapai kesuksesan sesuai dengan kapasitas kita. Bisa itu sebagai seorang pengusaha, businessman, karyawan, atau seorang siswa/mahasiswa. Berikut intisarinya:
Sekolah itu (tetap) penting. Coba Anda lihat di sekeliling kita. Ada berapa banyak macam pekerjaan? Ratusan. Ribuan bahkan. Menurut saya itu hal yang aneh. Kenapa? karena secara logika seharusnya ada puluhan ribu macam sekolah/kampus/jurusan. Nah, hal ini tidak mungkin terjadi, kan?. Jadi, sekolah memang tidak bisa menjadikan lulusannya benar-benar 100% siap kerja –kecuali sekolah/kursus setir mobil.
Saya bukan bermaksud menyatakan bahwa sekolah tidak penting (ya saya saja masih bersekolah, kok). Sekolah dan ijazah, bagaimanapun juga, membuat entry barrier untuk mencari kerja yang lebih mapan ketimbang jika kita tidak sekolah dan tidak berijazah. Sekolah juga merupakan tempat terbaik untuk akses pengetahuan terkini, plus akses bagi orang-orang top di lingkungan akademis.
Belajar, lifelong education, juga penting. Menyambung poin di atas, sekolah memang hanya bisa mengajarkan prinsip umum dan rerangka berpikir yang logis, analitis, dan sistematis. Tidak usah berharap sekolah akan menjamin pekerjaan kita kelak, karena itu tidak mungkin!!. Sebaliknya, sebagai siswa kita dituntut untuk bisa berpikir dan mengembangkan terus cara berpikir kita, iya kan??. Biarlah sekolah berkonsentrasi pada penciptaan sarana prasarana berpikir.
Jadi, hiduplah dengan proaktif, jangan jadi apatis. Hidup adalah belajar. Jangan menyalahkan sekolah karena keterbatasan sekolah dalam mengajarkan materi teknis yang (menurut kita) hanya memusingkan kepala atau tidak memberi jaminan bagi pekerjaan pasca kelulusan. Jangan pula terpaku bahwa konsep belajar hanya bisa dilakukan di sekolah, karena kita bisa belajar dari mana saja kok. Sabda nabi, ”Tuntutlah ilmu sejak di tiang ayunan hinga di liang lahat.” Dalam statement yang lain, nabi juga bersabda,”Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina.”
Tapi memberi kontribusi adalah yang terpenting. Belajar terus menerus membuat hidup ini mudah, karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Belajar dan berpikir adalah mulia, tetapi akan menjadi sia-sia bila tidak diaplikasikan dalam dunia nyata. Ilmu dan pengetahuan juga akan menjadi useless ketika pemiliknya tidak bisa menularkan wisdom tersebut kepada orang lain, karena banyak orang yang pintar tapi malah terlihat tidak berpendidikan. Jika sebagian dari kita ada yang sukses di bidangnya, kemudian menularkannya pada orang lain, multiplier effect yang muncul untuk penciptaan dunia yang lebih baik adalah luar biasa besarnya. Dan semakin tinggi pengaruh seseorang, semakin tinggi pula eksistensi yang dimilikinya, karena pengaruh tersebut bisa melintasi ruang, waktu, dan bahkan, melampaui ajal.
Sungguh. Begitu banyak orang-orang pintar memenuhi penjuru planet ini, tetapi sering lamban dalam mengambil keputusan-keputusan bisnis karena berpikir, "masalah ini harus diselesaikan dengan text-book." Kalau ditanyakan bagaimana mengubah modal kecil menjadi Rp 1 milyar dalam 12 bulan,atau bagaimana "ini" menjadi "itu", jelas banyak orang yang tidak tahu-menahu, bahkan orang yang ahlinya sekalipun. Okelah, mungkin masih ada orang cerdas di luar sana yang dapat menjawab. Tapi melakukannya dalam tindakan yang konkrit? I doubt it.
Sekolah nyambi kerja/organisasi itu perlu. IPK tinggi?? Ya memang penting. Akan tetapi, perusahaan kini juga memperhatikan aktivitas ekstrakurikuler seseorang ketika akan melakukan rekrutmen. Tujuannya jelas. Mereka ingin meng-hire a ”well-rounded” person, bukan semata-mata nerd, yang cuma bisa terpaku kepada papan tulis dan text-book saja.
Sekolah mengajarkan kita tentang kepemimpinan -tapi hanya dengan pengalaman berorganisasilah kita benar-benar bisa menguasai manajemen konflik dan kepentingan, dimana masih banyak pengajar di luar sana belum bisa membedakan prioritas dalam berilmu.Sayang sekali (mohon maaf kalo curhat sedikit, hehe).Kuliah memaparkan kita tentang prinsip-prinsip budgeting –namun hanya dengan magang di sektor ritel kita bisa benar-benar memahami tentang stock opname dan expense budget.
Berinvestasilah pada human capital dan social network. Pengusaha sukses jelas tidak melakukan segalanya seorang diri. Ia tentu menyewa orang untuk membantu dirinya dalam berbisnis. Kalau orang tersebut menghasilkan output lebih besar dari input, berarti ia memberi kemakmuran bagi perusahaan. Orang-orang tersebut mungkin telah menghabiskan waktu untuk bersekolah dan menimba pengalaman. Tanpa mereka, mustahil seorang pengusaha meraih kesuksesan.
Bisnis hanya bisa dicapai melalui jejaring sosial yang kuat dan luas. Untuk membangunnya, jelas diperlukan pengorbanan waktu dan tenaga yang luar biasa. Inilah satu-satunya aset yang paling berharga sehingga menimbulkan barrier to entry yang tinggi dan menjadikannya sulit direplikasi dengan mudah. Dengan demikian, Anda akan berada pada bisnis dengan tingkat kompetisi yang rendah; dan keuntungan jauh di atas normal memang mudah untuk diperoleh.
Berpikirlah secara global. Lupakan text-book tak berguna itu!!. Kompas edisi Sabtu, 20 Mei 2006 juga menulis, ”Bangsa ini juga mengalami brain drain untuk sumber daya manusianya. Tenaga terdidik dan profesional yang seharusnya bisa ikut membangun negara ini dibajak atau memilih hengkang ke negara lain.” Going global ataupun knowledge transfer memang perlu,tapi, hei mana jiwa nasionalisme anda?? apalagi bila sampai kehilangan ke-religius-an anda sendiri.
Baik Anda sebagai seorang pengusaha, atau seorang pekerja, sudah selayaknya Anda memiliki persepsi dan paradigma untuk bersaing dalam tataran bisnis di dunia global. Sekarang teknologi terus berkembang. Akses internet makin hari makin mudah. Kalau Anda butuh pekerjaan di dunia global, bisa coba Jobs/Monster, Rent-a-Coder, atau eLance. Kalau Anda ingin merintis bisnis perdagangan internasional, bisa dimulai dari eBay Stores, atau Alibaba. Yang jelas, siapkan diri Anda untuk bersaing dengan mereka-mereka di luar sana. Dan jangan abaikan nasionalisme, apalagi agama anda.
Jangan mudah terpikat pada “Cara Cepat Jadi Kaya”. Setelah era Kiyosaki, kian banyak pakar/pembicara/motivator yang kemudian menggampangkan cara menjadi kaya, apalagi dengan penekanan pada aspek non teoretis. Kalau sebuah bisnis bisa berjalan tanpa perlu teori, logikanya entry barrier bisnis tersebut sangat rendah dan orang yang "sebodo amat" dengan namanya teori (plus semua yang tahu teori) bisa terjun dalam bisnis itu. Dalam lingkungan yang overcrowded tersebut, profitabilitas pada tingkat yang normal jelas menjadi sulit karena dipenuhi banyak pesaing. Inilah konsekuensi dari Red Ocean.
Andaikata buku/training/seminar tersebut memaparkan tentang entry barrier, jualan mereka menjadi kurang laku. Sejujurnya, yang mereka jual adalah ”mimpi indah”. Semakin sesuatu kelihatan gampang dikerjakan (tanpa perlu sekolah, tanpa perlu teori, dan seterusnya), semakin ”mimpi” itu terasa gampang dicapai, dan semakin laku pula para penjual mimpi tersebut. Best seller!
Jadilah unik. Silakan Anda membantah, tapi Tuhan sudah menentukan tiap manusia dengan bakat, talenta, lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Beethoven, adalah jenius dalam bermusik walau menderita bisu dan tuli –tapi, hei, pak!! jangan suruh dia menghitung fisika!!. Goethe adalah piawai dalam sastra dan bahasa –tapi jangan paksa ia menulis simfoni. Newton adalah pakar dalam fisika dan mekanika –tapi jangan bayangkan ia menyair atau menulis puisi, mungkin sama hancurnya dengan anda, pak (hahaha, bercanda...). Beckham mungkin piawai dalam mengumpan bola dan melakukan tendangan bebas -tapi jangan suruh ia memprogram komputer.
Jadi, temukan keunikan dalam diri Anda. Kembangkan keunikan tersebut agar menjadi keunggulan kompetitif yang sulit disaingi orang lain. Keunggulan tersebut akan membedakan Anda dari orang lain dan pada akhirnya menaikkan nilai jual Anda.
Work hard, play hard. Dalam Qur’an 13:11 tertulis, ”Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Jadi jelas, kalau kita menginginkan kesuksesan, maka berencanalah dengan matang, berodalah secara khusyuk, berusahalah dengan sekuat tenaga, dan serahkan hasilnya pada Tuhan. Percayalah, rejeki bukan di tangan Tuhan –tapi ada di tangan (usaha) kita sendiri.
Oh iya, self-made entrepreneur yang saya sebut di paragraf awal tadi tidak pernah membaca buku-buku ”Get Rich Quick” atau mengikuti seminar ”Cara Cepat Jadi Kaya”. Beliau menikmati pekerjaannya sembari menikmati hasil dari apa yang beliau usahakan. Sementara orang lain sibuk memikirkan (memimpikan) passive income, beliau malah menikmati real income yang menumpuk di tangannya.
Respect the others. Last but by no means least, IPK tinggi atau rendah, sarjana atau bukan, valid atau tidak valid –itu urusan masing-masing. Menjadi pengusaha, businessman, atau pekerja (karyawan) yang biasa-biasa saja –itu adalah soal pilihan hidup. Hidup adalah pilihan (hidup adalah perbuatan itu versi lain), dan setiap pilihan mengandung risiko masing-masing.
Manusia memang tercipta dengan berbagai perbedaan yang tak mungkin disatukan. Jadi, ingat ini!!jangan memaksakan orang lain untuk berpikir dan bertindak sesuai cara kita. Begitu pula, jangan merendahkan dan menghina mereka yang ada di bawah level kita ataupun iri dan berburuk sangka terhadap mereka yang berada di atas kita. Sangat disayangkan masih ada orang seperti ini di dunia akademis planet ini.
Anyway, apakah anda sudah pernah dengar anekdotnya Larry Ellison, founder of Oracle? Kata beliau kuliah itu cuma dapat BS (bull shit), kemudian MS (more shit), dan setelah itu PhD (pile high and deep).
Kata dia mendingan drop out dan mulai jadi wiraswasta (klo pilihan lain seperti jadi dosen ya pilihan anda, asal tau kapasitas).
Sebelum Kita Mengeluh...
- Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
- Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
- Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.
- Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
- Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.
- Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
- Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
- Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.
- Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan kaki.
- Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkankan tentang pengangguran, atau orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
- Dan, sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
Ternyata ada "misi terselubung" dari serangan Israel..
Kalau boleh
berkata jujur (versi orang Singapore)":
Met Pagee Kawan q semua ada bahan renungan neh, sampaikan pada
teman-teman Indonesia yang laen,
mari kita bangun negeri ini, Indonesia menjadi negeri kebanggaan
internasional. . !!!!!
nih buktinya!!
Suatu pagi di Bandar Lampung, menjemput seseorang di bandara.
Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si Bapak.
Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya
Melayu, English, (atau Singlish?). Beliau menceritakan pengalaman2
hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis,
spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..
"Indonesia doesn't need d world, but d world need Indonesia"
"Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di
Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia!"
"Singapore is nothing, we can't be rich without Indonesia. 500.000
orang indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang
uang yang masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang
membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku
keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."
"Kalian tahu bagaimana kalapnya Pemerintah kami ketika asap hutan
indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."
"Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras.
termasuk di Singapura dan Malaysia? kalian di indonesia dengan mudah
dapat beras"
"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara
kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya pernah ke
Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter
(gemerlap) kalo ada matahari bersinar. Petani di sana menjual
Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali
seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"
"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
klo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2
kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri."