Happy 5th Anniversary Ascarea Costadinova!!

I say As! it's hot in here! there's must be something in the atmosphere!
As! a....Co! a....Va! a...Ascova!! ONE wish, ONE spirit, ONE ASCOVA!!
Angkatan Sebelas CARe EAch other COaleSce To mAke D' InNOVAtion

everything start here...

"A photograph is like the recipe - a memory the finished dish." ~Carrie Latet



Kebersamaan...






Perjuangan...






Persahabatan...

"A good snapshot stops a moment from running away."  ~Eudora Welty







Keceriaan...













Kebanggaan...


















Time to Say Goodbye



Quando sono solo
Sogno all'orizzonte
E mancan le parole
Si lo so che non c'?luce
In una stanza
Quando manca il sole
Se non ci sei tu con me, con me.
Su le finestre
Mostra a tutti il mio cuore
Che hai acceso
Chiudi dentro me
La luce che
Hai incontrato per strada 


Time to say goodbye
Paesi che non ho mai
Veduto e vissuto con te
Adesso si li vivro.
Con te partiro
Su navi per mari
Che io lo so
No no non esistono piu
It's time to say goodbye.

Quando sei lontana
Sogno all'orizzonte
E mancan le parole
E io si lo so
Che sei con me con me
Tu mia luna tu sei qui con me
Mio sole tu sei qui con me
Con me con me con me 

Time to say goodbye
Paesi che non ho mai
Veduto e vissuto con te
Adesso si li vivro.
Con te partiro
Su navi per mari
Che io lo so
No no non esistono piu 
Con te io li rivivro.
Con te partiro
Su navi per mari
Che io lo so
No no non esistono piu 
Con te io li rivivro.
Con te partiro
Io con te. 

English version:


When I'm alone
I dream on the horizon
And words fail;


Yes, I know there is no light
In a room
Where the sun is not there
If you are not with me.
At the windows
Show everyone my heart
Which you set alight;
Enclose within me 
The light you
Encountered on the street.


Time to say goodbye, 
To countries I never 
Saw and shared with you,
Now, yes, I shall experience them,
I'll go with you
On ships across seas
Which, I know,
No, no, exist no longer;
With you I shall experience them.

When you are far away 
I dream on the horizon
And words fail,
And yes, I know
That you are with me;
You, my moon, are here with me,
My sun, you are here with me.
With me, with me, with me, 

Time to say goodbye, 
To countries I never 
Saw and shared with you,
Now, yes, I shall experience them,
I'll go with you
On ships across seas
Which, I know,
No, no, exist no longer;
With you I shall re-experience them.
I'll go with you
On ships across seas

Which, I know,
No, no, exist no longer;
With you I shall re-experience them.
I'll go with you,
I with you.

Mengamati, ilmu dasar kehidupan.

Saya terdiam. Mulut rapat, tidak tersenyum, tidak pula murung. Mata menyipit, berakomodasi hingga mencapai fokus yang diinginkan. Telinga mendengar dengan jelas. Sejelas desir angin sepoi-sepoi terdengar, sejernih tetesan air di luar sana terdengar. Nampaknya serius, namun nyatanya santai karena tidak ada otot yang tegang.

Ya. Posisi ini posisi mengamati. Sejak beberapa tahun terakhir, semenjak bersentuhan dengan sesuatu hal yang disebut dengan ‘filosofi’—sebenarnya lebih tepat bila disebut dengan ‘engineering-economic-political senses’, dimana dibalik suatu aksi pasti terdapat hal-hal terstruktur namun penuh kejutan yang menyebabkan keluarnya ‘aksi’ itu. Entah itu kebutuhan, entah itu emosi, entah itu kepentingan tertentu. Karena setiap hukum memiliki formula, dan formula tersebut tersusun atas variabel-variabel dan konstanta dengan jumlah yang berbeda, namun memiliki pola yang sama dan berulang—formula itu sendiri. Lalu saya berusaha untuk memahami hidup—dengan pikiran saya sendiri, mencari-cari pola, dengan mengamati secara langsung.

Interaksi antar-manusia, fenomena-fenomena alam—yang kadang bisa kita temui dalam kehidupan manusia, adalah objek pengamatan yang tiada habisnya untuk diamati. Seakan-akan alam semesta tengah mengajari kita untuk bertindak mengikuti fenomena-fenomenanya. Mencari-cari dimana keterkaitan perilaku manusia ini terhadap hukum alam itu. Semudah gravitasi, apel jatuh ke bumi. Pengaruh komunitas yang ‘beratnya’ trilyunan kali lebih besar akan membuat seorang manusia ‘tertarik’ mengikutinya, berbanding terbalik dengan ‘jangkauan’ diantara si komunitas dan individu.

Terkadang saya duduk di sini. Duduk mengamati. Bagaimana obrolan-obrolan ‘anak jaman sekarang’ mengenai tren-tren aktualisasi diri, telepon genggam bermerk tertentu, jejaring sosial terdepan saat ini, masalah beratnya kuliah, atau apapun yang mereka ributkan—dengan berbagai macam ekspresi, intonasi, karakter, masing-masing individu yang konon (sampai saat ini) makhluk Tuhan yang paling mulia ini.

Saya menyukai ini. Lama kelamaan saya mengenal karakter orang ini, saya menebak-nebak apa yang akan dilakukannya lima detik kemudian, saya membandingkan dengan kebanyakan manusia lainnya dengan latar belakang yang tidak berbeda jauh, mencari-cari polanya, lalu membuat hipotesis: mengapa dia berpikir begini, tetapi malah melakukan hal itu?

Kadang tebakan saya benar, namun lebih sering salah. Kadang yang dilakukannya konyol, membuat saya tersenyum, bahkan tertawa sendiri. Tapi ini selalu menarik. Dan tidak akan ada waktu terbuang jika kita mengamati manusia, karena selama spesies dominan di dunia kita ini manusia, maka kunci untuk bertahan di dunia ini adalah mengetahui sebanyak-banyaknya pola-pola tersebut. Ya, semudah itu.

Blackberry mau diblokir? So What?

So What? Malah kita harus bersyukur kalau pada akhirnya layanan ini diblokir (jangan panas hati dulu, pemerintah TIDAK ADA NIAT untuk merealisasikannya). Lho kok gitu? Tentu saja, karena perangkat ini menciptakan iklim yang tidak sehat di masyarakat kita. Orang  bekerja atau mengumpulkan uang demi beli BB dan bayar bulanannya meski terpaksa kredit, bukan untuk apa yang sebenarnya mereka butuhkan misalnya. ABG juga mati-matian punya BB.
Semua, hampir semua, menjadi merasa tidak gaul kalau tidak punya Blackberry. Di satu sisi hal ini bagus, karena berarti daya beli masyarakat memang meningkat. Tapi, mesti kita ingat lagi, apakah semua orang ikut merasakan manfaatnya? Karena pada kenyataannya tidak semua orang mampu membeli BB, yang secara tidak langsung menyulut aksi-aksi kriminal di masyarakat. Semangat kerja masyarakat tentunya juga menurun, karena mereka jadi terpaku pada layar BB mereka untuk BBM-an ria sama teman-temannya. Kalau kata orang, jadi autis sendiri lah, yang tentu penggunaan istilah ini sangat tidak tepat dan cenderung kasar jadinya.
Jadi menurut saya, BB itu jelas device yang tentunya bermanfaat, tapi tentunya belum semua dari kita yang mampu memanfaatkannya dengan baik, masih, masih banyak karena faktor pergaulan (teman make BB, ikutan make juga). Itu menurut saya lho ya. Jujur saja, mungkin saya juga termasuk, karena saya memakai BB cuma untuk update di Twitter, tapi toh BB itu bukan punya saya aka. numpang :p
Oke, kita lanjut ke tujuan saya menulis ini. Anggap saja tulisan diatas ini adalah abstraksi.
Benar adanya jikalau layanan Blackberry sudah dan akan diblokir di beberapa negara. Mereka adalah India, Uni Emirates Arab, dan Kerajaan Arab Saudi CMIIW. Apakah Indonesia mau ikut mereka? Bersyukurlah kawan, kita tidak akan ikut 3 negara ini, kecuali pemerintah betul-betul merasa perlu. Karena untuk sekarang, pemerintah Indonesia berkeinginan agar server RIM ada di Indonesia. Hmm agak membingungkan ya? Memang benar sih, hehe.
Jadi, RIM (Research In Motion) itu adalah perusahaan Kanada, yang berarti pusat data Blackberry di seluruh dunia ada di sana. Ini mungkin mengejutkan bagi anda sebagian pengguna Blackberry. Karena pada kenyataannya apa yang anda lakukan dengan Blackberry anda, semuanya terdata di Kanada sana. Dan sekedar info saja, Amerika Serikat mempunyai hak istimewa untuk mengakses server RIM, atau dengan kata lain membaca semua data, semua BBM, semua aktivitas yang terjadi di semua smartphone Blackberry di seluruh dunia, termasuk Indonesia ini. Alasannya sih bisa saya bilang untuk mendeteksi sumbu-sumbu terorisme di seluruh dunia, karena mereka "minta" disebut sebagai penjaga kedamaian dunia kan?
Nah, keistimewaan yang didapat atau diberikan kepada Amerika Serikat ini tentunya bisa digunakan mereka untuk merealisasikan program-program mereka untuk "menjaga" dunia. Salah satunya tentu saja menekan pihak-pihak yang mereka curigai secara sepihak sebagai benih-benih terorisme. Sudah menjadi rahasia umum jikalau di dunia internasional nama Indonesia sedikit tidak baik karena menjadi sarang terorisme di masa lampau. Tentu kita sangat berharap bila prasangka ini salah. Tapi tentunya pandangan seseorang sulit diubah kan? Apalagi pandangan dunia internasional. Nah, tentu pemerintah sangat berkewajiban untuk mengatur arus lalu lintas per-Blackberry-an Indonesia, setidaknya untuk merubah pandangan dunia internasional itu. Atau, untuk lebih gamblangnya, untuk mencegah benih-benih kejahatan, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.
Karena, tentunya akan sangat memalukan jika urusan dalam negeri kita diketahui dan malah diselesaikan oleh pihak yang asing di luar sana. Lebih baik kita sendiri yang menyelesaikan masalah dalam negeri kita.
Jadi, memang benar kalau layanan Blackberry tidak akan diblokir di Indonesia. Tapi, jika pada akhirnya malah diblokir, so what? :)

Dana Aspirasi: Kenapa Mesti Dibuang Ke Laut?

Entah apa yang telah uang lakukan kepada otak para wakil rakyat kita, setelah rencana Dana Aspirasi ditolak, eh mereka malah berniat memperjuangkan proyek baru. Apa namanya? "Rumah Aspirasi."
Tidaklah mau saya berbasa-basi menjelaskan apa itu proyek baru ini. Bila anda bisa sampai ke blog ini, pastilah anda bisa ke search engine dan bertanya "apa itu rumah aspirasi."
Memang benar, pimpinan-pimpinan DPR dengan tegas menolak proyek ini yang menghabiskan biaya 122 miliar rupiah per tahunnya. Tapi tetap saja saya terperangah dong, kok bisa sebegitu semangatnya mereka memperjuangkan sesuatu yg jelas tidak bakal efektif dan malah jadi lumbung uang untuk mengembalikan biaya kampanye mereka? Untuk semangat mereka yang ini, sangatlah pantas untuk kita puji, dan sangatlah pantas untuk kita hina juga.
Bila proyek ini akhirnya goal (jangan sampai itu terjadi), lalu apa gunanya partai politik, apa gunanya Gedung DPR, dan apa gunanya anggota DPR yang (katanya) terhormat itu digaji negara?
Jelas, rumah aspirasi ini akan menjadikan anggota DPR laksana komplotan kerajaan yang selalu minta dilayani, karena untuk menyampaikan aspirasinya nanti, rakyat harus ke rumah itu, lalu antre, menyampaikan aspirasinya, dan akhirnya harus MENUNGGU dipanggil oleh anggota DPR yang baik hati. Jelas, sangat, sangat menghabiskan waktu dan tenaga konstituen, serta memanjakan anggota DPR.
Menurut saya, jelas lebih baik bila anggota-anggota dewan ini mengakui saja kalau mereka tidak mampu melakukan tugasnya sebagai anggota dewan. Tidak usah juga meminta-minta fasilitas laksana raja jika kerja pun tidak pernah tuntas.

D' Cinnamos - So Would You Let Me Be



we’ve get along together
i should have known
you’re the best that i can love
till now it’s hard for me to face it
why didn’t we meet each other soon

i left them all behind you, only for you
would you believe me
i put my trust on you
but deep inside i realize
that i can’t, no i can’t

they were all my brother
my cry and happiness

*
so would you let me be myself
reach all my my dreams and hopes
i know you’ve known me better
i know you love me, you do

your eyes says more than anything
that really means to me
so darling would you now
would you set me free

Kesibukan Para Malaikat Di Surga

Seseorang bercerita, aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukkan keadaan di surga. 

Memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata," 


Ini adalah Seksi Penerimaan. 
Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah, diterima". 

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia. 

Kemudian,.... 
aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. 

Malaikat-ku berkata, 
"Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. 
Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses 
dan dikirim ke manusia-manusia yang masih 
hidup yang memintanya". 

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. 
Ada banyak malaikat 
yang bekerja begitu keras karena ada begitu 
banyaknya permohonan yang 
dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi. 

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. 


Yang sangat mengejutkan aku, 

hanya ada satu malaikat yang duduk 
disana, hampir tidak melakukan apapun. 
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. 
Dia tampak malu. 

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan 
disini?", tanyaku. 

Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " 
Setelah manusia menerima rahmat 
yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang 
mengirimkan pernyataan terima kasih". 


"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas Rahmat Tuhan?", tanyaku. 

"Sederhana sekali", jawab Malaikat. 

"Cukup berkata, 
'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, 
Terima kasih, Tuhan' ". 


"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?”, tanyaku. 

Malaikat-ku menjawab, 

"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, 
Pakaian yang menutup tubuhmu, 
atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, 
Maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini. 

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, 
dan uang-uang receh, 
maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia. 

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu, 
engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu. 

Juga.... 
Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... 
engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini. 

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat ....Maka,engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia". 

"Jika,........ 
engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada 
ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan,atau kematian ... 
M a k a,....engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang didunia. 

"Jika,....orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... 
Maka,.....engkau termasuk orang yang sangat jarang. 

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, 
maka,..... 
engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, 
engkau unik dibandingkan emua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan. 

"Jika,...engkau dapat membaca pesan ini, 
maka engkau menerima rahmat ganda yaitu 
bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu, berpikir bahwa engkau 
orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati 
daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali". 

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. 

Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua 
teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa 
dirahmatiNya kita semua. 

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 
'Sesungguhnya jika kamu 
bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak 
nikmat kepadamu' ". 
(QS:Ibrahim (14) :7 )